Profil Organ dalam Serta Histopatologi Usus dan Hati Ayam Kampung Terinfeksi Cacing Ascaridia Galli Yang Diberi Tepung Daun Jarak (Jathropa Curcas L.)
Abstract
Pemeliharaan ayam kampung secara ekstensif merupakan salah satu penyebab ayam mudah terinfeksi cacing Ascaridia galli. Daun jarak merupakan tanaman obat yang mengandung komponen bioaktif diantaranya tanin dan saponin yang diduga dapat digunakan sebagai anthelmintika alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian tepung daun jarak terhadap persentase bobot organ dalam serta gambaran histopatologi usus dan hati ayam kampung yang terinfeksi cacing Ascaridia galli. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 18 ekor ayam kampung dengan bobot 300-600 gram yang telah terinfeksi cacing Ascaridia galli secara alami. Penelitian ini terdiri dari 6 perlakuan yaitu P1 (tanpa larutan tepung daun jarak), P2 (2% larutan tepung daun jarak), P3 (4% larutan tepung daun jarak), P4 (8% larutan tepung daun jarak), P5 (16% larutan tepung daun jarak), dan P6 (larutan Niclosol). Pemeliharaan dilakukan selama 7 minggu. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok yang terdiri atas 6 perlakuan dan 3 kelompok. Data organ dalam yang diperoleh dari penelitian ini ditransformasi terlebih dahulu (Steel dan Torrie, 1993) sebelum dianalisis menggunakan sidik ragam (Analysis of Variance/ANOVA). Data histopatologi dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian tepung daun jarak dengan konsentrasi 2%, 4%, 8%, dan 16% tidak memberikan pengaruh terhadap bobot organ dalam ayam kampung yang terinfeksi cacing Ascaridia galli. Pemberian tepung daun jarak dengan konsentrasi 4% memberikan gambaran histopatologi yang lebih baik jika dibandingkan dengan perlakuan yang lain. Zat aktif daun jarak yang diduga dapat digunakan sebagai anthelmintika adalah tanin dan saponin.Tingkat kerusakan pada jaringan usus semakin rendah diduga dipengaruhi oleh penurunan populasi cacing di dalam tubuh ayam.


