Hubungan Indeks Pembangunan Wilayah Desa dengan Stunting di Kabupaten Bandung Tahun 2018
View/ Open
Date
2020Author
Putri, Adela Harimartini
Baliwati, Yayuk Farida
Metadata
Show full item recordAbstract
Penyebab stunting bersifat multi faktor sehingga harus ditangani secara
multi sektor dan multi wilayah melalui sinkronisasi di tingkat pusat, daerah
hingga tingkat desa, yang dapat dinilai dari tingkat pembangunan pada sektor
kesehatan, ekonomi, sosial, dan budaya) wilayah desa. Salah satu indikator dalam
melihat keberhasilan pembangunan Desa sesuai dengan ketetapan Kemendesa
PDTT adalah Indeks Desa Membangun (IDM), yang merupakan nilai komposit
dari Indeks Ketahanan Sosial, Indeks Ketahanan Ekonomi dan Indeks Ketahanan
Lingkungan Desa. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan IDM
dengan prevalensi balita stunting, dengan unit analisis 265 desa dari 280 desa di
Kabupaten Bandung tahun 2018. Metode yang digunakan adalah analisis
deskriptif dan inferensia, yaitu uji korelasi Spearman. Sebanyak 91% desa dari
265 desa di Kabupaten Bandung memiliki prevalensi stunting yang tergolong
kategori rendah (<20%) tahun 2018. Uji korelasi menunjukkan tidak terdapat
hubungan signifikan antara IDM, IKS, IKL, dan IKE dengan stunting. Namun
demilikian, terdapat Variabel dan Indikator penyusun IKS yang berhubungan
signifikan dengan stunting, yaitu Pelayanan Kesehatan, khususnya pada Indikator
Ketersediaan Tenaga Kesehatan (Bidan, Dokter dan Nakes lain), Variabel Akses
ke Sanitasi, khususnya Indikator Terdapat Tempat Pembuangan Sampah, serta
Indikator Akses Warga Memiliki Air Mandi dan Mencuci yang merupakan
penyusun Variabel Akses ke Air Bersih dan Air Minum.
Collections
- UT - Nutrition Science [3187]
