Model Simulasi Penyebaran Polutan dengan Pendekatan Beda Hingga.
Abstract
Polutan yang diemisikan kendaraan bermotor dari waktu ke waktu semakin bertambah banyak. Hal ini diindikasikan dari data Polda Metro Jaya yang menunjukan laju perkembangan jumlah kendaraan bermotor (periode 1998 s/d 2004) sejumlah 4,5 juta kendaraan dengan kenaikan rata-rata per tahun sebesar 7 persen. Sementara itu penambahan panjang jalan hanya bertambah kurang dari satu persen per tahun. Akibatnya, kemacetan lalu lintas terjadi di mana-mana (Gatra 20 Mei 2006). Hal ini menyebabkan laju emisi polutan COx dan NOx yang meningkat. Polutan seperti CO2 diketahui menyebabkan efek rumah kaca dan pada gilirannya meningkatkan temperatur di atmosfer permukaan bumi. Sedangkan polutan CO berpengaruh terhadap kesehatan dan pada tingkat tertentu dapat menimbulkan kematian. Penelitian dalam skala mikro untuk mengetahui penyebaran polutan, khususnya polutan yang dapat membahayakan kesehatan manusia seperti gas CO (karbon monoksida) yang diemisikan dari kendaraan bermotor, dilakukan dengan menerapkan metode Finite Difference sebagai metode numerik. Metode numerik untuk menyelesaikan permasalahan persamaan adveksi-difusi dapat digolongkan kedalam jenis Euler, Lagrange, atau gabungan antara Euler-Lagrange (Neumann, 1984). Penelitian ini memodelkan sistem campuran Euler-Lagrange sebagai bahan simulasi untuk membandingkan hasil simulasi dengan hasil pengukuran sebenarnya yang dilakukan oleh BPLHD pada ruas jalan di DKI Jakarta dengan menggunakan sumber emisi garis. Proyeksi kemudian dilakukan untuk tahun 2010, 2015, dan 2020 untuk memprediksi tingkat dispersi pencemar pada tahun-tahun tersebut.

