View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Soil Science and Land Resources
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Soil Science and Land Resources
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengaruh Pupuk Lepas Lambat terhadap Ketersediaan P, S, Fe, Cu, Zn dan Mn serta Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah (Allium asclonicum L.) pada Latosol

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (10.68Mb)
      Date
      2020
      Author
      Aisyah, Syamatul
      Suwardi
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Pemupukan merupakan cara untuk memenuhi kebutuhan unsur hara bagi tanaman agar mencapai produksi optimal. Penggunaan pupuk lepas lambat pada tanaman bawang merah diharapkan meningkatkan efisiensi pupuk dan sekaligus mengurangi pencemaran air. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pupuk lepas lambat terhadap ketersediaan P, S, Fe, Cu, Zn dan Mn pada tanah serta terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah (Allium asclonicum L.). Percobaan dilakukan dua tahap yaitu percobaan inkubasi di laboratorium dan percobaan penanaman di lapang. Perlakuan yang diuji terdiri dari kombinasi 3 jenis pupuk yaitu pupuk P1 NPKCaMgS (13-8-10-5-9-2), P2 NPKS (19-12-15-4), dan Mutiara NPK (16-16-16); 2 dosis pupuk D6 (600 kg/ha) dan D12 (1200 kg/ha), ditambah dengan kontrol untuk percobaan laboratorium dan 4 dosis yaitu D3 (300 kg/ha), D6 (600 kg/ha), D9 (900 kg/ha) dan D12 (1200 kg/ha), ditambah dengan kontrol. Pemberian perlakuan pupuk lepas lambat maupun pupuk mutiara tidak memberikan perbedaan pola ketersediaan P, S, Fe, Cu, Zn dan Mn dalam tanah. Ketersediaan P, Cu dan Mn di dalam tanah semakin besar dengan semakin lamanya waktu inkubasi, sebaliknya Fe dan Zn tersedia dalam tanah menurun dengan makin lamanya waktu inkubasi. Sedangkan S tersedia dalam tanah tidak teratur dengan semakin lamanya waktu inkubasi. Produksi bobot umbi per petak paling tinggi diperoleh dengan perlakuan pupuk lepas lambat P1 (13-8-10-5-9-2) dengan dosis 300 kg/ha (P1D3).
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/102592
      Collections
      • UT - Soil Science and Land Resources [2825]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository