Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/95932| Title: | Karakterisasi Nanoemulgel Andrografolid dalam Komplek Inklusi Betasiklodekstrin untuk Luka Bakar. |
| Other Titles: | IPB (Bogor Agricultural University) |
| Authors: | Wientarsih, Ietje Sajuthi, Dondin Juniantito, Vetnizah Prasetyo, Bayu Febram |
| Issue Date: | 2018 |
| Publisher: | IPB (Bogor Agricultural University) |
| Abstract: | Andrografolid (AG) merupakan isolat murni hasil sintesis kimiawi herbal sambiloto (Andrographis paniculata Nees.) yang memiliki beragam khasiat farmakologi diantaranya antiinflamasi, dan antibakteri. Untuk meningkatkan kemampuan menembus membran transdermal perlu dibentuk kompleks inklusi andrografolid menggunakan beta siklodektrin (BCD) dengan cara memodifikasi sifat fisiko kimia AG terutama kelarutan dalam basis, partisi dan distribusinya pada kulit serta mengubah permeabilitas stratum corneum. Kompleks inklusi AG dengan BCD dibuat dengan metode penguapan pelarut (solvent evaporation) pada perbandingan mol 1:1, 1:2 dan 2:1. Padatan hasil kompleks inklusi AG-BCD dikarakterisasi menggunakan Physical Characterization of X-Ray Diffraction, Differential Scanning Calorimetry, Scanning Electron Microscope, dan dibandingkan terhadap senyawa tunggal AG, BCD, dan campuran fisik AG-BCD. Hasil karakterisasi fisika terbaik menunjukkan terbentuknya kompleks inklusi AG-BCD pada perbandingan mol 1:2. Padatan hasil kompleks inklusi AG dalam BCD dilakukan uji kelarutan hingga mencapai kesetimbangan pada suhu 37±5 °C selama 24 jam serta uji laju disolusi menggunakan metode II USP (alat tipe dayung), kemudian dibandingkan terhadap senyawa tunggal AG, BCD, dan campuran fisik AG-BCD. Hasil uji kelarutan dan laju disolusi menunjukkan terbentuknya kompleks inklusi AG-BCD adalah pada perbandingan mol 1:2. Data kelarutan AG meningkat 38 kali lipat dari 0,00937 mg/mL menjadi 0,3606 mg/mL dan laju disolusi meningkat 2 kali lipat dari 44,67% menjadi 95,50% dalam kompleks inklusi dengan BCD. Pengamatan makroskopik dan mikroskopik luka bakar dibuat pada punggung babi menunjukkan bahwa nanoemulgel andrografolid konsentrasi 1% memperlihatkan efektivitas terbaik untuk mempercepat persembuhan luka dibandingkan obat luka komersil, emulgel andrografolid murni 1%, dan nanoemulgel andrografolid 1.5%. Sediaan nanoemulgel andrografolid 1% pada hari ke-14 dapat mempercepat persembuhan luka melalui berbagai mekanisme antara lain: mengurangi luas permukaan luka, menurunkan infiltrasi sel radang, menurunkan angiogenesis, mempercepat re-epitelisasi epidermis, dan meminimalisir pembentukan jaringan parut. Sediaan nanoemulgel andrografolid potensial untuk dikembangkan lebih jauh sebagai obat luka. |
| URI: | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/95932 |
| Appears in Collections: | DT - Veterinary Science |
Files in This Item:
| File | Size | Format | |
|---|---|---|---|
| 2018bfp.pdf Restricted Access | 18.79 MB | Adobe PDF | View/Open |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.