Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/94991
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorSitanggang, Imas Sukaesih-
dc.contributor.advisorAnnisa-
dc.contributor.authorGinanjar, Asep Rahmat-
dc.date.accessioned2018-11-12T04:23:54Z-
dc.date.available2018-11-12T04:23:54Z-
dc.date.issued2018-
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/94991-
dc.description.abstractSebagai negara agraris, Indonesia memproduksi berbagai komoditas pertanian setiap tahunnya. Untuk menyimpan data komoditas pertanian, Kementerian Pertanian Indonesia menyediakan aplikasi berbasis web untuk umum. Sistem SOLAP Komoditas Pertanian Indonesia telah berhasil dibangun untuk memudahkan visualisasi data dan analisis pada data komoditas pertanian tersebut. Namun modul visualisasi pada sistem tersebut membutuhkan waktu yang lama untuk menampilkan hasil operasi SOLAP ke dalam bentuk peta. Hal tersebut disebabkan oleh besarnya fail GeoJSON pada peta yang merepresentasikan poligon batas wilayah di Indonesia. Oleh karena itu diperlukan optimasi data spasial berbasis poligon pada modul visualisasi peta pada sistem tersebut agar dapat diakses dengan lebih cepat. Tujuan penelitian ini adalah mengoptimasi visualisasi data batas wilayah administratif di Indonesia yang direpresentasikan dalam poligon pada sistem SOLAP Komoditas Pertanian Indonesia. Adapun data yang dioptimasi yaitu data spasial poligon yang merepresentasikan batas wilayah administratif di Indonesia dari Badan Informasi Geografis (BIG). Total keseluruhan poligon pada data tersebut sebanyak 3706 buah, poligon tersebut tersusun oleh 446 549 koordinat. Penelitian ini terdiri atas beberapa tahapan yaitu praproses data, simplifikasi poligon, analisis hasil simplifikasi, pengukuran waktu akses modul visualisasi peta, dan implementasi poligon pada sistem SOLAP Komoditas Pertanian Indonesia. Simplifikasi dilakukan dengan menggunakan algoritme Douglas-Peucker dan Visvalingam-Whyatt. Adapun nilai threshold yang digunakan pada proses simplifikasi yaitu dimulai dari 0.00001 sampai 0.04981. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa poligon yang optimal diperoleh ketika menggunakan nilai threshold 0.00251 untuk algoritme Douglas-Peucker dan 0.00007 untuk algoritme Visvalingam-Whyatt. Jumlah koordinat pada poligon hasil simplifikasi algoritme Visvalingam- Whyatt lebih sedikit jika dibandingkan menggunakan algoritme Douglas-Peucker. Poligon yang merepresentasikan pulau-pulau kecil tidak hilang ketika menggunakan algoritme Visvalingam-Wyatt. Hal tersebut menyebabkan ukuran fail GeoJSON besar tetapi bentuk poligon yang berukuran besar kurang baik. Sedangkan ketika menggunakan algoritme Douglas-Peucker, pulau-pulau kecil tersebut hilang. Hal tersebut menyebabkan jumlah koordinat berkurang, sehingga ukuran fail GeoJSON berkurang. Oleh karena itu, poligon hasil simplifikasi algoritme Douglas-Peucker diimplementasikan pada sistem SOLAP Komoditas Pertanian Indonesia. Penelitian ini telah berhasil memangkas waktu akses modul visualisasi peta sistem SOLAP Komoditas Pertanian Indonesia dari 3.29 menit menjadi kurang dari 15 detik.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcComputerid
dc.subject.ddcDataid
dc.subject.ddc2017id
dc.subject.ddcIndonesiaid
dc.titleOptimasi Visualisasi Data Spasial Berbasis Poligon pada Solap untuk Komoditas Pertanian Indonesiaid
dc.typeThesisid
dc.subject.keyworddouglas-peuckerid
dc.subject.keywordpoligonid
dc.subject.keywordsimplifikasiid
dc.subject.keywordSOLAPid
dc.subject.keywordvisvalingam-whyattid
Appears in Collections:MT - Mathematics and Natural Science

Files in This Item:
File SizeFormat 
2018arg.pdf
  Restricted Access
17.01 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.