Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/82552Full metadata record
| DC Field | Value | Language |
|---|---|---|
| dc.contributor.advisor | Suhartanto, M Rahmad | - |
| dc.contributor.advisor | Qadir, Abdul | - |
| dc.contributor.author | Rosyad, Astryani | - |
| dc.date.accessioned | 2017-01-30T06:53:38Z | - |
| dc.date.available | 2017-01-30T06:53:38Z | - |
| dc.date.issued | 2016 | - |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/82552 | - |
| dc.description.abstract | Keberhasilan budidaya pepaya diawali dengan penggunaan benih berkualitas yang dapat menghasilkan buah bermutu. Mutu, jumlah dan kesinambungan dalam penyediaan benih menjadi perhatian yang cukup penting dalam pengembangan budidaya pepaya. Informasi mutu benih selama penyimpanan dapat diketahui melalui penyimpanan secara aktual dan pendugaan vigor daya simpan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan metode pengusangan cepat yang efektif antara fisik dengan kimia, mempelajari kemunduran benih selama pengusangan cepat dengan pola time series, serta mempelajari penurunan benih selama penyimpanan aktual pada kondisi simpan kamar (suhu 28-30°C, RH 75-78%) dan AC (suhu 18-20°C, RH 51-60%) dengan tiga tingkat kadar air awal (7-9%, 9-11%, dan 11-13%) selama 22 minggu. Tujuan akhirnya adalah membangun model vigor daya simpan benih. Penelitian pengusangan cepat dan penyimpanan dilakukan pada bulan Oktober 2015 hingga Mei 2016 di laboratorium benih, Dept AGH, IPB. Kedua penelitian menggunakan rancangan acak lengkap tersarang dengan empat ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengusangan cepat secara fisik dengan alat IPB 77-1 MMM lebih efektif daripada pengusangan kimia dengan alat IPB 77-1 MM untuk benih pepaya. Benih pepaya mengalami penurunan viabilitas dengan peubah daya berkecambah menjadi 80.26% dan penurunan vigor dengan peubah indeks vigor menjadi 70.91% setelah diusangkan secara fisik selama 33 menit. Kemunduran viabilitas benih yang disimpan selama 22 minggu dengan peubah daya berkecambah terendah terdapat pada kombinasi perlakuan kondisi simpan kamar dan KA awal 11-13% (DB 55.67%) serta kondisi simpan AC dan KA awal 7-9% (DB 55.33%). Kombinasi perlakuan lainnya memiliki tingkat viabilitas yang masih tinggi dengan kisaran DB antara 64.00-66.67%. Sedangkan kemunduran vigor benih pada periode simpan yang sama, dengan tolok ukur indeks vigor terendah terdapat pada kombinasi perlakuan kondisi simpan kamar dan KA awal 11-13% (IV 22.67%), sedangkan tertinggi pada perlakuan ruang AC dan KA awal 9-11% (IV 54.67%). Hasil penelitian juga menunjukkan terdapat korelasi yang erat antara pola kemunduran benih pada pengusangan cepat dan penyimpanan aktual, sehingga model pendugaan vigor daya simpan (y) berdasarkan waktu pengusangan (x) dapat disusun dengan persamaan y = a + b expcx. Simulasi pendugaan vigor daya simpan dengan nilai konstanta a, b, dan c serta input waktu pengusangan dapat menduga vigor daya simpan benih selama penyimpanan aktual. | id |
| dc.language.iso | id | id |
| dc.publisher | IPB (Bogor Agricultural University) | id |
| dc.subject.ddc | Horticulture | id |
| dc.subject.ddc | Papaya | id |
| dc.subject.ddc | 2016 | id |
| dc.subject.ddc | Bogor-JABAR | id |
| dc.title | Pola Kemunduran Viabilitas Dan Pengembangan Metode Pendugaan Vigor Daya Simpan Benih Pepaya (Carica Papaya L.). | id |
| dc.type | Thesis | id |
| dc.subject.keyword | alat IPB 77-1 MM | id |
| dc.subject.keyword | alat IPB 77-1 MMM | id |
| dc.subject.keyword | pengusangan cepat | id |
| dc.subject.keyword | penyimpanan benih | id |
| dc.subject.keyword | simulasi | id |
| Appears in Collections: | MT - Agriculture | |
Files in This Item:
| File | Size | Format | |
|---|---|---|---|
| 2016aro.pdf Restricted Access | 23.68 MB | Adobe PDF | View/Open |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.