Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/78731
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorKartono, Agus Priyono-
dc.contributor.advisorMasyud, Burhanuddin-
dc.contributor.authorManshur, Afroh-
dc.date.accessioned2016-02-25T04:19:22Z-
dc.date.available2016-02-25T04:19:22Z-
dc.date.issued2015-
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/78731-
dc.description.abstractTrenggiling (Manis javanica) merupakan salah satu mamalia terancam punah berdasarkan kategori International Union for Conservation of Nature. Hal ini disebabkan oleh 3 hal, yakni: (1) keterbatasan dalam proses evolusi, (2) kemampuan reproduksi yang rendah, serta (3) tingginya perdagangan ilegal terhadap jenis ini. Upaya konservasi M. javanica masih sangat terbatas mengingat kajian ekologi jenis ini belum banyak diungkap. Salah satu aspek kajian yang penting diketahui adalah habitat M. javanica. Hal ini karena habitat merupakan dasar dalam ekosistem fungsional sehingga informasi terkait hal ini berguna dalam mendukung strategi pelestarian satwa dan upaya mengelola populasinya. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) karakteristik habitat M. javanica , (2) komponen lingkungan yang berpengaruh terhadap kehadiran M. javanica, (3) pola seleksi habitat M. javanica dan (4) model kehadirannya berdasarkan komponen lingkungan tersebut. Identifikasi kehadiran M. javanica diketahui dengan metode eksplorasi dengan penelusuran jejak. Guna efektivitas waktu dan biaya dalam pengamatan, maka digunakan teknik open grid. Lokasi yang diketahui merupakan habitat M. javanica kemudian diukur seluruh komponen habitatnya dengan plot pengamatan berbentuk plot tunggal seluas 1 ha. Adapun komponen tersebut secara umum terdiri dari: komposisi vegetasi, pakan, kompetisi, predasi, tutupan vegetasi, suhu, kelembaban udara, ketinggian tempat, tekstur tanah dan kelerengan lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa M. javanica menggunakan 9 komponen habitat dengan karakteristik khusus berdasarkan uji runs. Penggunaan areal sebagai habitat oleh jenis ini dipengaruhi oleh kehadiran kompetitornya, yakni jika terdapat kompetitor maka M. javanica tidak akan menggunakan habitat tersebut meskipun memiliki karakteristik yang sesuai. Kehadiran M. javanica pada suatu lokasi ditentukan oleh 8 komponen habitat yang terdiri dari 3 komponen biotik dan 5 komponen abiotik. Sifat selektif M. javanica diketahui dari 3 fungsi habitat, yakni: (1) habitat makan yang berkorelasi positif dengan jumlah jenis tumbuhan sarang mangsanya; (2) habitat istirahat yang berkorelasi negatif dengan persentase fraksi debu, ketinggian tempat dan keberadaan kompetitornya serta (3) habitat reproduksi dan mengasuh anak yang berkorelasi positif dengan suhu udaranya. Adapun model terbaik yang terbentuk dalam pendugaan kehadiran M. javanica disuatu lokasi lebih dipengaruhi oleh komponen biotiknya dengan model regresi y= 1.467 - 0.093 *ZJumlah jenis tumbuhan sebagai sarang mangsa - 0.091Z*Dominasi tumbuhan sarang mangsa pada tingkat pohon - 0.089*ZJarak terhadap kompetitor (r =0.472, sig.= 0.076).id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcZoologyid
dc.subject.ddcPangolinsid
dc.subject.ddc2014id
dc.subject.ddcBogor-Jawa Baratid
dc.titleModel Habitat Trenggiling Di Taman Nasional Gunung Halimun Salakid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordPholidotaid
dc.subject.keywordstrategi hidupid
dc.subject.keywordkompetisiid
dc.subject.keywordanti predatorid
dc.subject.keywordtermoregulasi.id
Appears in Collections:MT - Forestry

Files in This Item:
File SizeFormat 
2015ama.pdf
  Restricted Access
24.84 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.