Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/757
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.authorYusran
dc.date.accessioned2010-03-23T06:18:18Z
dc.date.available2010-03-23T06:18:18Z
dc.date.issued2005
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/757
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk menemukan performansi hutan kemiri rakyat berdasarkan status pemilikan laban, menemukan faktor - faktor strategis dan nilai pengaruhnya terhadap sistern pengelolaan hutan kemiri rakyat, dan merumuskan strategi pengembangan hutan kemiri rakyat. Pengumpulan data dilakukan dengan metode survei. wawancara, diskusi terfokus dan studi dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif sesuai dengan jenis data dan tujuan penelitian. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis vegetasi, analisis tanah, analisis kelayakan. analisis regresi, analisis SWOT (strenghl, weakness, opportunity, threat) dan AHP (analytical hierarchy process). Hasil penelitian menunjukkan bahwa status penguasaan lahan mempengaruhi performansi hutan kemiri rakyat. Semakin kuat status lahan yang dikelol menunjukkan semakin intensif sistem pengelolaannya, semakin besar nilai ekonominya dan menjamin kelestarian nilai-nilai susila budaya Namun sebaliknya semakin kuat status lahan cenderung menurunkan nilai ekologinya. Pengakuan hak kelola masyarakat merupakan bentuk penguatan status laban yang dapat menjamin keseimbangan aspek ekologi, ekonomi, sosial dan menghindari teljadinya fragmentasi lahan. Hasil analisis dengan menggunakan SWOT, AHP dan skala Likert membuktikan bahwa ketidakpastian status penguasaan lahan merupakan kelemahan sekaligus menjadi ancaman utama dalam pengelolaan hutan kemiri di kawasan Pegunungan Bulusaraung. Posisi usahatani kemiri rakyat yang berada pada sel 2 (support a diversification strategy) menunjukkan bahwa sistem pengelolaan hutan kemiri mempunyai kekuatan tetapi menghadapi ancaman yang tidak menguntungkan. Oleh karena itu strategi yang harus diterapkan .dalah strategi ST (strengths-threats) dengan menggunakan kekuatan untuk mengatasi ancaman. Strategi ST yang harus eliterapkan adalah: (1) menjarnin kepastian penguasaan lahan dengan mengakui hak kelola masyarakat, (2) mengembangkan pola agroforestri untuk meningkatkan produktifitas lahan dan diversifikasi produk, dan (3) memperkuat kelembagaan dan kapasitas petani dalam sistem pemasaran.id
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.titleAnalisis performansi dan pengembangan hutan kemiri rakyat di kawasan Pegunungan Bulusarung Sulawesi Selatanid
Appears in Collections:DT - Forestry

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
2005yus1_abstract.pdf
  Restricted Access
Abstract176.85 kBAdobe PDFView/Open
2005yus1.pdf
  Restricted Access
Full Text3.67 MBAdobe PDFView/Open
2005yus1_abstract.ps
  Restricted Access
Postscript1.75 MBPostscriptView/Open
Cover_2005yus1.pdf
  Restricted Access
Cover502.03 kBAdobe PDFView/Open
Bab I_2005yus1.pdf
  Restricted Access
Bab I424.33 kBAdobe PDFView/Open
Bab II_2005yus1.pdf
  Restricted Access
Bab II687.76 kBAdobe PDFView/Open
Bab III_2005yus1.pdf
  Restricted Access
Bab III430.78 kBAdobe PDFView/Open
Bab IV_2005yus1.pdf
  Restricted Access
Bab IV372.52 kBAdobe PDFView/Open
Bab V_2005yus1.pdf
  Restricted Access
Bab V1.1 MBAdobe PDFView/Open
Bab VI_2005yus1.pdf
  Restricted Access
Bab VI647.74 kBAdobe PDFView/Open
Bab VII_2005yus1.pdf
  Restricted Access
Bab VII317.2 kBAdobe PDFView/Open
Daftar Pustaka_2005yus1.pdf
  Restricted Access
Daftar Pustaka1.29 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.