Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/60707
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorHutagaol, Manuntun Parulian
dc.contributor.authorSitinjak, Aries Romario
dc.date.accessioned2013-02-12T06:17:57Z
dc.date.available2013-02-12T06:17:57Z
dc.date.issued2012
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/60707
dc.description.abstractSaat ini Indonesia menduduki peringkat kedua sebagai negara pengekspor rumput laut terbesar di dunia jika dilihat dari total produksinya. Indonesia yang tahun 2011 lalu memproduksi 3,2 juta ton rumput laut mampu menguasai pangsa pasar dunia sebesar 13,7 persen atau setingkat di atas pangsa Filipina dan dibawah China dengan pangsa 62,3 persen. Namun apabila dikaitkan dengan harga ekspor dapat dikatakan bahwa posisi tawar Indonesia masih relatif rendah dibandingkan dengan negara produsen lain. Hal ini mengindikasikan bahwa apabila pemerintah secara berkala mampu memberikan pengetahuan kepada para nelayan maka bukan tidak mungkin nantinya perekonomian Indonesia akan lebih banyak disokong oleh ekspor perikanan, terutama rumput laut. Dengan melihat kenyataan tersebut terdapat urgensi yang harus diperbaiki terkait pengelolaan industri rumput laut Indonesia setelah terlebih dahulu harus mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi daya saing ekspor rumput laut Indonesia ke negara-negara tujuan, baik faktor internal maupun faktor eksternal, dan bagaimana pengaruhnya perlu diketahui dengan baik. Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi ekspor rumput laut Indonesia ke negara China, Hongkong, Jepang, dan Amerika Serikat periode 2001-2010 serta merumuskan kebijakan yang tepat untuk meningkatkan ekspor rumput laut Indonesia. Penelitian dilakukan dengan menganalisis data dengan menggunakan analisis deskriptif dan analisis kuantitatif dengan model regresi data panel. Hasil penelitian menunjukkan pada persamaan regresi untuk ekspor rumput laut Indonesia ke China, Filipina, Hongkong, Jepang, dan Amerika Serikat didapatkan nilai R-squared sebesar 0,9815. Nilai ini menunjukkan bahwa 98,15 persen perubahan ekspor rumput laut Indonesia dapat dijelaskan oleh variabel bebas, sedangkan sisanya 2,33 persen dijelaskan oleh faktor-faktor diluar model.en
dc.publisherIPB ( Bogor Agricultural University )
dc.titleAnalisis Faktor - Faktor yang Memengaruhi Permintaan Ekspor Rumput Laut Indonesia ke China. Hongkong, Jepang, dan Amerika Serikat periode 2001-2010en
Appears in Collections:UT - Economics and Development Studies

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
H12ars.pdf
  Restricted Access
fulltext2.07 MBAdobe PDFView/Open
BAB I Pendahuluan.pdf
  Restricted Access
BAB I501.56 kBAdobe PDFView/Open
BAB II Tinjauan Pustaka.pdf
  Restricted Access
BAB II490.35 kBAdobe PDFView/Open
BAB III Metode Penelitian.pdf
  Restricted Access
BAB III584.94 kBAdobe PDFView/Open
BAB IV Gambaran Umum.pdf
  Restricted Access
BAB IV437.71 kBAdobe PDFView/Open
BAB V Hasil dan Pembahasan.pdf
  Restricted Access
BAB V736.7 kBAdobe PDFView/Open
BAB VI Kesimpulan dan Saran.pdf
  Restricted Access
BAB VI396.87 kBAdobe PDFView/Open
Cover.pdf
  Restricted Access
COVER305.3 kBAdobe PDFView/Open
Daftar Pustaka.pdf
  Restricted Access
DAFTAR PUSTAKA427.83 kBAdobe PDFView/Open
Lampiran.pdf
  Restricted Access
LAMPIRAN368.62 kBAdobe PDFView/Open
Ringkasan.pdf
  Restricted Access
RINGKASAN304.64 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.