Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/60148
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorSunarli, Bunawan
dc.contributor.advisorErnawati, Fitrah
dc.contributor.authorNurindahsari, Leisha Wahyu
dc.date.accessioned2013-01-31T02:44:09Z
dc.date.available2013-01-31T02:44:09Z
dc.date.issued2009
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/60148
dc.description.abstractKelompok wan ita usia subur yang bekerja merupakan salah satu kelompok yang sangat rentan mengalami defisiensi selenium. Karena mereka selain bekcrja di rumah juga turut bekerja di luar rumah, terutama yang bekcrja di ruang terbatas yang memungkinkan mereka terpapar stres oksidatif. Sires oksidatif dapat dicegah dan dikurangi dengan asupan antioksidan yang cukup dan optimal ke dalam tubuh. Salah satu zat antioksidan adalah selenium. Selenium tidak dapat diproduksi oleh tubuh, sehingga untuk memperolehnya manusia harus mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung selenium. Berdasarkan kadar selenium dalam tubuh, maka status selenium seseorang dapat dibagi menjadi dua yakni normal dan defisiensi selenium. Peubah respon yang digunakan dalam penelitian ini dikategorikan menjadi dua, yakni kadar selenium dalam darahnya mengalami defisiensi atau normal. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi logistik biner. Dari analisis regresi logistik biner diperoleh model logit yang dapat digunakan untuk memprediksi peluang seseorang mengalami deffsiensi selenium atau tidak berdasarkan pola makannya. Selain itu, interpretasi koefisien berdasarkan nilai rasio odd nya juga merupakan hal yang menarik untuk diamati. Peubab penjelas yang nyata pada taraf 5% adalab daging sapi, hati sapi, dan kangkung. Berdasarkan niIai rasio odd oya responden yang tidak pernah atau jarang mengkonsumsi bahan makanan tersebut lebih berpotensi mengalami defisiensi selenium. Dari tabel 2x2 diperoleh nilai sensitivitasnya sebesar 96,30% dan nilai spesifitasnya sebesar 39%, sedangkan tingkat kesalahan positifuya adalah sebesar 16,13% dan tingkat kesalahan negatifuya adalab sebesar 23,81 %. Seeara urn urn sebesar 82.95%responden telah terklasifikasikan dengan tepat.en
dc.subjectBogor Agricultural University (IPB)en
dc.subjecttabel klasifikasien
dc.subjectregresi logistik bineren
dc.subjectkadar seleniumen
dc.titleFaktor Pola Makan yang Berkaitan dengan Kadar Selenium dalam Tubuh Wanita Usia Suburen
Appears in Collections:UT - Statistics and Data Sciences

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
BAB I Pendahuluan.pdf
  Restricted Access
BAB I340.31 kBAdobe PDFView/Open
BAB II Tinjauan Pustaka.pdf
  Restricted Access
BAB II519.51 kBAdobe PDFView/Open
BAB III Bahan dan Metode.pdf
  Restricted Access
BAB III327.22 kBAdobe PDFView/Open
BAB IV Hasil dan Pembahasan.pdf
  Restricted Access
BAB IV529.03 kBAdobe PDFView/Open
BAB V Kesimpulan dan Saran.pdf
  Restricted Access
BAB V327.57 kBAdobe PDFView/Open
Cover.pdf
  Restricted Access
Cover294.52 kBAdobe PDFView/Open
Daftar Pustaka.pdf
  Restricted Access
Daftar Pustaka327.57 kBAdobe PDFView/Open
G09lwn.pdf
  Restricted Access
full text1.21 MBAdobe PDFView/Open
Lampiran.pdf
  Restricted Access
Lampiran553.77 kBAdobe PDFView/Open
Ringkasan.pdf
  Restricted Access
Ringkasan309.89 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.