Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/55703
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorWahyudi,Imam
dc.contributor.advisorRahayu,Istie Sekartining
dc.contributor.authorWibowo, Singgih Mukti
dc.date.accessioned2012-07-11T04:26:23Z
dc.date.available2012-07-11T04:26:23Z
dc.date.issued2012
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/55703
dc.description.abstractDalam beberapa dekade terakhir ini ketersediaan kayu-kayu rakyat cenderung terus meningkat. Kayu rakyat bahkan sudah mampu berperan sebagai intake industri perkayuan di Indonesia. Dibandingkan dengan kayu hutan alam, kayu rakyat cenderung kurang kuat dan kurang awet. Oleh sebab itu salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas kayunya adalah dengan cara mengawetkan kayu. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh perbedaan jenis perlakuan, antara pengawetan secara rendaman dingin dalam boron dengan konsentrasi yang bervariasi dengan fumigasi dalam amonia juga dengan volume yang bervariasi, terhadap persentase kehilangan berat, kerusakan luas bidang permukaan dan intensitas serangan di dua lokasi pengujian yang berbeda. Pengujian uji kubur (grave yard test) dilakukan selama 3 bulan menggunakan prosedur American Standard for Testing and Material (ASTM) D 1756 2008. Bahan utama yang digunakan adalah kayu sengon (Paraserianthes falcataria), petai (Parkia speciosa), manii (Maesopsis eminii), karet (Hevea brasiliensis) dan pinus (Pinus merkusii). Bahan lain terdiri dari senyawa boron dengan tiga konsentrasi yaitu 5%, 10%, 15% dan amonia cair teknis (ammonium hidroksida 100%) dengan volume yaitu 2, 4, 6, 8 dan 10 liter. Proses rendaman dingin dilakukan selama 2 jam, sedangkan fumigasi selama 4 hari. Data dianalisis menggunakan rancangan acak lengkap faktorial 3 faktor, yaitu: jenis kayu (sengon, petai, manii dan karet), konsentrasi larutan bahan pengawet boron atau volume amonia (tergantung perlakuan), serta lokasi uji kubur (pemukiman dan arboretum), masing-masing dengan tiga ulangan. Untuk proses pengawetan secara rendaman dingin menggunakan boron diketahui bahwa rata-rata kehilangan berat terbesar (53,98%) terdapat pada kayu awetan karet yang dikubur di arboretum, sedangkan kayu awetan sengon yang dikubur di pemukiman memiliki kehilangan berat yang terkecil (7,03%). Kayu awetan karet di pemukiman memiliki nilai kerusakan luas bidang permukaan yang paling besar (98,31%) dan mengalami derajat intensitas serangan yang tertinggi (nilai = 0, kayu hancur), sebaliknya kayu awetan sengon di pemukiman memiliki kerusakan yang paling kecil (1,92%) dengan derajat intensitas serangan yang paling rendah (nilai= 9,33, kayu relatif masih utuh). Untuk proses fumigasi dengan amonia, hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kehilangan berat terbesar (70,57%) terdapat pada kayu manii yang dikubur di pemukiman, sedangkan yang terkecil (28,33%) terdapat pada kayu manii di arboretum. Kayu petai yang dikubur di arboretum memiliki rata-rata kerusakan luas bidang permukaan yang tertinggi (98,15%), sedangkan yang terendah (47,10%) terdapat pada kayu sengon di arboretum. Kayu manii yang dikubur di pemukiman dan kayu petai yang dikubur di arboretum mengalami intensitas serangan yang tertinggi (nilai = 0; kayu hancur), sedangkan kayu sengon di arboretum terendah (nilai= 5,4; kayu relatif utuh). Pengaruh konsentrasi larutan bahan pengawet boron atau pengaruh volume amonia pada umumnya bervariasi. Secara umum kayu-kayu awetan dengan boron tidak tahan terhadap serangan faktor perusak biologis yang ada di arboretum, tetapi cukup ampuh terhadap serangan faktor perusak biologis yang ada di pemukiman. Sebaliknya kayu-kayu yang difumigasi dengan amonia cukup ampuh menahan serangan faktor perusak biologis yang ada di arboretum, namun tidak tahan terhadap serangan faktor perusak biologis yang ada di pemukiman.en
dc.subjectBogor Agricultural University (IPB)en
dc.subjectamonia.en
dc.subjectboronen
dc.subjectHevea brasiliensisen
dc.subjectMaesopsis eminiien
dc.subjectParkia speciosaen
dc.subjectParaserianthes falcatariaen
dc.subjectfumigationen
dc.subjectcold bathen
dc.subjectpreservationen
dc.titlePengaruh Proses Rendaman Dingin dan Fumigasi terhadap Serangan Faktor Biologis Perusak Kayu di Dua Lokasi Pengujianen
Appears in Collections:UT - Forestry Products

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
ABSTRACT.pdf
  Restricted Access
Abstract449.61 kBAdobe PDFView/Open
BAB I PENDAHULUAN.pdf
  Restricted Access
BAB I283.29 kBAdobe PDFView/Open
BAB II TINJAUAN PUSTAKA.pdf
  Restricted Access
BAB II386.9 kBAdobe PDFView/Open
BAB III METODE PENELITIAN.pdf
  Restricted Access
BAB III554.19 kBAdobe PDFView/Open
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf
  Restricted Access
BAB IV1.63 MBAdobe PDFView/Open
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN.pdf
  Restricted Access
BAB V359.17 kBAdobe PDFView/Open
COVER.pdf
  Restricted Access
Cover370.42 kBAdobe PDFView/Open
DAFTAR PUSTAKA.pdf
  Restricted Access
Daftar Pustaka366.71 kBAdobe PDFView/Open
E12smw.pdf
  Restricted Access
full text3.12 MBAdobe PDFView/Open
LAMPIRAN.pdf
  Restricted Access
Lampiran963.87 kBAdobe PDFView/Open
RINGKASAN.pdf
  Restricted Access
Ringkasan281.38 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.