Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/52763
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.authorEriyatno
dc.date.accessioned2012-01-05T06:52:36Z
dc.date.available2012-01-05T06:52:36Z
dc.date.issued2011
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/52763
dc.description.abstractKalau kita bicara dengan bahasa pemburu, maka 'jebakan' adalah piranti untuk rnenjerunnuskan yang diburu ke dalam perangkap secara tidak disadari Semakin canggih piranti tersebut, yang dicirikan dengan sistem kamuflase berlapis dan penciptaan citra-fatamorgana, maka semakin tidak sadar bagi si-diburu bahwa dia selangkah demi selangkah masuk kearah perangkap. Indonesia dengan kekayaan alamnya yang melimpah. di darat dan di laut, dari minyak sampai ikan tuna, adalah bagaikan putri jelita yang diminati banyak para rahwana dunia. Indonesia dengan penduduk lebih dari 200 juta juga disebut sebagai pasar konsumen terbesar di dunia setelah Cina, India dan USA; sehingga menjadi target prima pemasaran dari negara produsen dan multi-national cooperation (MNC). Kedua karakter tersebut, yaitu sumber daya alam dan potensi pasar, yang menyebabkan Indonesia diburu oleh pemburu kelas dunia; yang dengan segala macam pirantinya terus merekayasa jebakan demi jebakan sehingga si Dewi Shinta terperangkap dalam Istana Dasamuka.en
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.titleDari debt-trap ke food-trap suatu skenario kiamat nusantara?en
Appears in Collections:Food Science and Technology

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
eriyatno - 002.pdfpublication157.65 kBAdobe PDFThumbnail
View/Open
convert_eriyatno - 002.docpublication72.33 kBMicrosoft WordView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.