Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/44590
Title: Perencanaan lanskap kawasan wisata sejarah perkampungan Portugis di Kampung Tugu, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara
Authors: Kristandi, Agnes
Issue Date: 2010
Publisher: IPB (Bogor Agricultural University)
Abstract: Studi ini bertujuan untuk menyusun suatu perencanaan lanskap wisata sejarah Kampung Tugu, dengan menampilkan lanskap, termasuk budaya masyarakat, yang merepresentasikan lanskap perkampungan Portugis pada masa kolonial Belanda. Manfaat yang diharapkan dari hasil studi ini adalah sebagai bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah Jakarta Utara dalam merencanakan dan mengembangkan kawasan tersebut terutama dalam sektor kepariwisataan. Manfaat lain adalah untuk melestarikan keberadaan peninggalan sejarah, khususnya melalui kegiatan pariwisata. Kawasan Kampung Tugu telah dihuni sejak tahun 1661. Kawasan ini dihuni sebanyak 23 keluarga (kurang lebih 150 jiwa) masyarakat Portugis yang mengalami kekalahan dari Belanda, dalam perang Malaka pada tahun 1641. Asal-usul nama Kampung Tugu sangat bervariasi, antara lain nama Tugu berasal dari kata por tugu ese (Portugis), sebutan orang Portugis yang tinggal di kampung itu. Namun, ada juga versi yang menyebutkan bahwa nama Tugu dikaitkan dengan penemuan sebuah prasasti (tugu) batu bertuliskan huruf Pallawa dari masa kekuasaan Raja Purnawarman, Kerajaan Taruma(negara) yang dikenal dengan nama Prasasti Tugu. Studi mengenai perencanaan lanskap kawasan wisata sejarah Kampung Tugu dilaksanakan pada wilayah Kelurahan Semper Barat, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Berdasarkan wilayah administratifnya, Kelurahan Semper Barat berbatasan dengan Jalan Raya Cilincing/Kelurahan Kali Baru di sebelah utara, Jalan Raya Cilincing/Kelurahan Semper Timur di sebelah timur, Kali Cakung Lama di sebelah barat, dan Kali Gubuk Genteng di sebelah selatan. Kelurahan Semper Barat memiliki luas kawasan sebesar 159,7 ha, pada ketinggian 2 meter dari permukaan laut. Metode studi yang digunakan adalah metode perencanaan lanskap menurut Gold (1980) dengan pendekatan aktivitas. Tahapan perencanaan mencakup kegiatan inventarisasi melalui pengumpulan data primer serta sekunder, analisis dengan metode skoring, analisis spasial, dan analisis deskriptif, penyusunan konsep, sintesis, dan perencanaan lanskap. Kampung Tugu merupakan salah satu daerah tujuan wisata di wilayah Jakarta Utara. Daya tarik dan objek wisata pada kawasan Kampung Tugu dapat menunjang kegiatan wisata yang akan dikembangkan. Objek wisata yang berada pada kawasan Kampung Tugu yaitu Gereja Tugu III, Lonceng Gereja Tugu, Area bekas Gereja Tugu I dan II, gedung Yeruel, rumah pendeta, area makam dan rumah tua peninggalan masyarakat asli Tugu. Objek wisata ini akan dikembangkan dengan penambahan atraksi budaya seperti Kroncong Tugu, tarian Portugis, Pakaian adat Portugis, serta kebudayaan asli masyarakat Tugu lainnya.
URI: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/44590
Appears in Collections:UT - Landscape Architecture

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
A10akr.pdf
  Restricted Access
Full Text59.46 MBAdobe PDFView/Open
Cover A10akr.pdf
  Restricted Access
Cover425.91 kBAdobe PDFView/Open
Abstract A10akr-2.pdf
  Restricted Access
Abstract286.9 kBAdobe PDFView/Open
Bab I Pendahuluan A10akr-3.pdf
  Restricted Access
Bab I 404.54 kBAdobe PDFView/Open
Bab II Tinpus A10akr-4.pdf
  Restricted Access
Bab II1.87 MBAdobe PDFView/Open
Bab III Metode A10akr-5.pdf
  Restricted Access
Bab III323.18 kBAdobe PDFView/Open
Bab V Konsep A10akr-7.pdf
  Restricted Access
Bab V1.22 MBAdobe PDFView/Open
Bab VII Kesimpulan A10akr-9.pdf
  Restricted Access
Bab VII290.71 kBAdobe PDFView/Open
Daftar Pustaka A10akr-10.pdf
  Restricted Access
Daftar Pustaka283.07 kBAdobe PDFView/Open
Lampiran A10akr-11.pdf
  Restricted Access
Lampiran3.65 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.