Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/43771
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.authorSyam, Husain
dc.contributor.authorMaarif, Mohamad Syamsul
dc.date.accessioned2011-03-31T07:34:42Z
dc.date.available2011-03-31T07:34:42Z
dc.date.issued2004
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/43771
dc.description.abstractHasil kajian Simatupang dan Purwoto (1990) menyebutkan bahwa agroindustri terbukti telah berhasil memberikan nilai tambah sekitar 20,7 %, penyerapan tenaga kerja 30,8% dan penyenipan bahan baku 89,9% dari total industri yang ada. Hal tersebut mengindikasikan betapa perlunya perhatian pemerintah dalam menetapkan kebijakan ke arah pengembangan agroindustri menjadi leading sector. Karena sampai saat ini pertanyaan mendasar yang selalu muncul bahwa, adakah regulasi pemerintah yang bias "dalam mendukung pengembangan agro-industri, sehingga agroindustri selalu dianggap sesuatu yang tidak terlalu penting. Pertanyaan selanjutnya adalah industri seperti apa yang dapat menjadi lokomotif yang kuat bagi kemajuan sektor-sektor lainnya dalam menyongsong era liberalisasi perdagangan atau dalam mengantisipasi pasar global.en
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.relation.ispartofseriesVol 9;No 1
dc.titleKajian Perlunya Kebijakan Pengembangan Agroindustri Sebagai Leading Sectoren
dc.title.alternativeAgrimedia Vol.9 No.1 Tahun 2004en
Appears in Collections:Agrimedia

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
Husain Syam.pdfe-Journal562.17 kBAdobe PDFThumbnail
View/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.