Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/26920
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.authorNugroho, Anief
dc.date.accessioned2010-06-03T04:30:31Z
dc.date.available2010-06-03T04:30:31Z
dc.date.issued2010
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/26920
dc.description.abstractHama permukiman telah menjadi masalah serius pada zaman modern ini, sehingga pengendalian hama permukiman cukup penting. Pandangan masyarakat terhadap kehadiran hama permukiman sangat beragam, tergantung tingkat pendidikan dan ekonomi, sehingga diperlukan pengetahuan khusus untuk menanggapinya. Tikus merupakan hama penting pada habitat permukiman karena dapat menimbulkan kerugian bagi manusia. Pengendalian tikus yang banyak dilakukan saat ini adalah dengan cara kimiawi yaitu dengan menggunakan rodentisida, dan pengendalian fisik mekanik yaitu dengan menggunakan perangkap. Pada penelitian ini, digunakan dua macam perangkap yaitu multiple live trap dan single live trap. Umpan yang digunakan yaitu kelapa bakar, selai kacang, dan ikan asin. Sedangkan rodentisida yang digunakan adalah bromadiolon 0,005% dan brodifakum 0,005% yang berbentuk blok berwarna biru. Sebelumnya, dilakukan survei mengenai hama permukiman di Wilayah Bogor dan Tangerang. Perlakuan pertama adalah pengujian efektivitas umpan dan perangkap dengan membandingkan kombinasi kedua perangkap dengan tiga umpan tersebut. Umpan diletakkan dalam perangkap dan diberi jarak 3 sampai 5 meter antar perangkap. Perlakuan kedua adalah pengujian efektivitas rodentisida dengan meletakkan kedua jenis rodentisida berlainan pada wadah tertutup yang diberi lubang tempat masuknya tikus dengan jarak antar perlakuan sama dengan perlakuan perangkap. Analisis data dilakukan dengan menggunakan program SAS dan uji Duncan dengan perlakuan kombinasi dua perangkap dengan tiga umpan, dan dua rodentisida racun kronis dengan jumlah ulangan masing-masing sebanyak sepuluh kali dan tiga time series. Single live trap dan multiple live trap dengan umpan ikan asin cukup efektif bila diterapkan di permukiman. Jumlah populasi tikus yang tertangkap paling tinggi terdapat di Sindang Barang, Bogor. Aplikasi rodentisida paling efektif dilakukan di Ciledug.id
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.titlePersepsi Masyarakat terhadap Hama Permukiman serta Pengendalian Tikus di Bogor dan Tangerangid
Appears in Collections:UT - Plant Protection

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
A10anu_abstract.pdf
  Restricted Access
abstract87.01 kBAdobe PDFView/Open
A10anu.pdf
  Restricted Access
Full Text391.35 kBAdobe PDFView/Open
A10anu_abstract.ps
  Restricted Access
2.86 MBPostscriptView/Open
Cover A10anu.pdf
  Restricted Access
Cover341.16 kBAdobe PDFView/Open
Bab I Pendahuluan A10anu-3.pdf
  Restricted Access
Bab I325.78 kBAdobe PDFView/Open
Bab II Tipus A10anu-4.pdf
  Restricted Access
Bab II331.67 kBAdobe PDFView/Open
Bab III Metode A10anu-5.pdf
  Restricted Access
Bab III391.91 kBAdobe PDFView/Open
Bab IV Hasil A10anu-6.pdf
  Restricted Access
Bab IV511.9 kBAdobe PDFView/Open
Bab V Kesimpulan A10anu-7.pdf
  Restricted Access
Bab V321.18 kBAdobe PDFView/Open
Daftar Pustaka A10anu-8.pdf
  Restricted Access
Daftar Pustaka322.11 kBAdobe PDFView/Open
Lampiran A10anu-9.pdf
  Restricted Access
Lampiran331.35 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.