Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/25613
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.authorSagiman, Saeri
dc.contributor.authorAnas, Iswandi
dc.contributor.authorDjajakirana, Gunawan
dc.date.accessioned2010-05-26T02:48:35Z
dc.date.available2010-05-26T02:48:35Z
dc.date.issued2002
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/25613
dc.description.abstractLuas tanah gambut di Kalimantan Barat ada sekitar 4.6 juta ha dan mencapai 31.4 persen luas daratan (Soekardi & Hidayat 1994). Sebagian lahan gambut tersebut telah digunakan untuk pemukiman transmigrasi. Sehubungan dengan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan produksi kedelai maka lahan gambut dapat dijadikan lokasi pengembangan kedelai. Penelitian kedelai di tanah gambut sudah dilakukan antara lain oleh Setiadi (1991) dan Sagiman dan Pujianto (1995), namun informasi mengenai pemanfaatan bakteri bintil akar yang diisolasi dari tanah gambut untuk meningkatkan produksi kedelai masih belum memadai. Kedelai merupakan tanaman yang membutuhkan banyak nitrogen. Bradyrhizobium japonicum yang efektif dapat memenuhi 50-75% dari kebutuhan N kedelai (Pasaribu et al. 1989).id
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.titleIsolasi dan Seleksi Galur Bradyrhizobium japonicum Asal Tanah Gambutid
Appears in Collections:Soil Science and Land Resource

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
Saeri Sagiman (SS).pdfPublikasi_Fulltext23.48 kBAdobe PDFThumbnail
View/Open
Saeri Sagiman (SS).psPostscript223.54 kBPostscriptView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.