Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172262
Title: Potensi Karbon Mangrove Sebagai Dasar Pengelolaan di Muara Sungai Kawal Kabupaten Bintan
Other Titles: Mangrove Carbon Potential as a Basis for Sustainable Management in the Kawal River Estuary, Bintan Regency
Authors: Krisanti, Majariana
Kurniawan, Fery
Zulfikar
Issue Date: 2026
Publisher: IPB University
Abstract: ZULFIKAR. Potensi Karbon Mangrove Sebagai Dasar Pengelolaan di Muara Sungai Kawal Kabupaten Bintan. Dibimbing oleh MAJARIANA KRISANTI dan FERY KURNIAWAN. Ekosistem mangrove berperan signifikan sebagai penyimpan karbon biru. Perubahan penggunaan lahan dan gangguan ekosistem memengaruhi struktur ekosistem dan menurunkan kapasitas penyimpanan karbon. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis kondisi ekosistem mangrove berdasarkan kualitas perairan, komposisi jenis, pola sebaran, dan struktur komunitas; (2) menghitung potensi stok karbon pada setiap pool karbon, yaitu biomassa di atas permukaan tanah (AGB), biomassa di bawah permukaan tanah (BGB), nekromassa, dan karbon organik sedimen (SOC); serta (3) menganalisis hubungan Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) dengan sebaran stok karbon. Penelitian dilaksanakan pada Oktober 2024 di empat Stasiun yang merepresentasikan tingkat penggunaan lahan yang berbeda. Pendekatan penelitian menggunakan kombinasi pengukuran lapangan yang meliputi biomassa di atas permukaan tanah (AGB), biomassa di bawah permukaan tanah (BGB), nekromassa, dan karbon organik sedimen (SOC). Estimasi biomassa dilakukan menggunakan persamaan alometrik. Analisis karbon organik sedimen dilakukan hingga kedalaman 0–50 cm menggunakan metode Walkley and Black. Kondisi ekosistem mangrove di Muara Sungai Kawal ditunjukkan oleh kualitas perairan, komposisi jenis, pola sebaran, dan struktur komunitas vegetasi. Parameter fisika–kimia perairan menunjukkan suhu berkisar antara 28,5–30,3 °C, pH 7,2–8,0, salinitas 20–25‰, serta oksigen terlarut (DO) 4,2–6,8 mg/L. Nilai DO terendah ditemukan pada kawasan penebangan. Komposisi vegetasi mangrove terdiri atas enam jenis, yaitu Rhizophora apiculata, Xylocarpus granatum, Bruguiera gymnorrhiza, Excoecaria agallocha, Ceriops tagal, dan Lumnitzera littorea. Pola sebaran jenis menunjukkan zonasi yang berbeda antar Stasiun. Jenis Rhizophora apiculata dan Xylocarpus granatum ditemukan pada seluruh Stasiun, sedangkan Excoecaria agallocha dan Lumnitzera littorea hanya ditemukan pada Stasiun tertentu. Total stok karbon ekosistem mangrove berkisar antara 289,24–645,82 ton C/ha dengan nilai rata-rata 424,93 ton C/ha. Nilai tersebut setara dengan potensi karbon dioksida ekuivalen sebesar 1.061,52–2.370,15 CO2-eq/ha dengan nilai rata-rata 1.559,49 CO2-eq/ha. Karbon organik sedimen (SOC) memberikan kontribusi sebesar 66%, biomassa vegetasi sebesar 34%, dan nekromassa sebesar 0,2%. Stasiun dengan tingkat gangguan ekosistem mangrove yang rendah memiliki stok karbon tertinggi. Kawasan penebangan menunjukkan stok karbon terendah. Kondisi ini menegaskan bahwa integritas struktur tegakan dan stabilitas sedimen menjadi faktor utama penentu kapasitas penyimpanan karbon. Hubungan antara diameter batang dan biomassa tergolong sangat kuat dengan nilai R² = 0,87. Hubungan NDVI dengan biomassa bersifat moderat dengan nilai R² 0,58–0,64. Temuan tersebut menunjukkan bahwa NDVI efektif untuk estimasi spasial stok karbon dengan kebutuhan kalibrasi lapangan. Kata kunci: Mangrove, stok karbon, biomassa, karbon organik sedimen, NDVI
URI: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172262
Appears in Collections:MT - Fisheries

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
cover_C2501212016_c5d49b363d994c83bf3e62729a55d50a.pdfCover385.3 kBAdobe PDFView/Open
fulltext_C2501212016_b65f4aaae1b34bfdb85ab4d8eb740791.pdf
  Restricted Access
Fulltext1.13 MBAdobe PDFView/Open
lampiran_C2501212016_354d78a19e4c42879bba05a379d5db98.pdf
  Restricted Access
Lampiran1.44 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.