Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172259
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorNuryartono, R. Nunung-
dc.contributor.advisorHutagaol, Manuntun Parulian-
dc.contributor.advisorWidyastutik-
dc.contributor.authorTuga, Gordius Woltman-
dc.date.accessioned2026-01-22T12:47:45Z-
dc.date.available2026-01-22T12:47:45Z-
dc.date.issued2026-
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172259-
dc.description.abstractPenelitian ini menganalisis efektivitas transformasi struktur ekonomi dalam menurunkan kemiskinan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan menempatkan sektor pertanian, sektor industri, dan ketimpangan wilayah sebagai elemen kunci dalam dinamika pembangunan daerah. Secara konseptual, penelitian ini berangkat dari teori transformasi struktural Lewis (1954) yang menekankan peralihan tenaga kerja dari sektor tradisional berproduktivitas rendah ke sektor modern berproduktivitas tinggi sebagai prasyarat penurunan kemiskinan. Namun, konteks wilayah kepulauan dan struktur ekonomi NTT yang didominasi sektor pertanian subsisten menimbulkan pertanyaan kritis mengenai bekerjanya mekanisme tersebut dalam praktik pembangunan daerah. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa data panel yang terdiri dari kombinasi basis data statistik di 21 dari 22 kabupaten/kota baik secara agregat maupun melalui pendekatan posisi hambatan ekonomi berdasarkan kabupaten dengan 6 wilayah kepulauan dan 17 wilayah daratan, antara tahun 2012 sampai 2024. Dalam analisisnya, penelitian ini tidak memasukkan Kota Kupang karena pertimbangan sebagai satu-satunya institusi pemerintahan kota di NTT, memperlihatkan data yang berbeda dari yang lainnya. Sumber data dari penelitian ini adalah Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT dan BPS Kabupaten seluruh NTT. Teknik analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah regresi panel. Model regresi panel disusun dengan dasar teori perubahan struktural tentang pergeseran dari sektor primer ke sekunder/tersier meningkatkan produktivitas dan mengurangi kemiskinan dengan menggunakan kerangka kerja dari perubahan struktural dan dampaknya pada penurunan kemiskinan oleh Erumban dan deVries (2024) yang dimodifikasi dengan beberapa input yang sesuai dengan kondisi NTT. Alat analisis yang digunakan untuk melakukan pengolahan data dengan menggunakan bantuan software Eviews 12 dan Microsoft Excel 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas tenaga kerja sektor pertanian berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan, menegaskan bahwa peningkatan produktivitas pertanian merupakan prasyarat penting pengentasan kemiskinan di NTT. Namun demikian, transformasi struktur ekonomi secara agregat terbukti tidak efektif menurunkan kemiskinan, mengindikasikan bahwa pergeseran sektor yang terjadi bersifat kuantitatif tanpa disertai peningkatan kualitas pekerjaan dan mobilitas pendapatan. Dominasi sektor pertanian subsisten dalam struktur PDRB memperkuat kondisi ini dan menjadikan sektor tersebut sebagai perangkap kemiskinan struktural. Lebih lanjut, temuan menunjukkan bahwa kontribusi sektor industri di NTT masih relatif kecil dan belum signifikan dalam menurunkan kemiskinan. Kondisi ini menyebabkan sektor industri belum mampu berfungsi sebagai sektor modern yang menyerap surplus tenaga kerja dari sektor pertanian sebagaimana diasumsikan dalam kerangka Lewis. Lemahnya keterkaitan antara sektor pertanian dan sektor non-pertanian, termasuk industri pengolahan berbasis sumber daya lokal, mengakibatkan transformasi struktural berjalan parsial dan tidak inklusif bagi rumah tangga miskin perdesaan. Ketimpangan wilayah, khususnya antara wilayah daratan dan kepulauan, juga terbukti memperkuat kemiskinan melalui mekanisme konsentrasi pertumbuhan yang tidak terdistribusi secara spasial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kemiskinan di NTT bersifat struktural dan persisten, sehingga tidak dapat diatasi hanya melalui pertumbuhan ekonomi sektoral tanpa perbaikan kualitas transformasi. Implikasi kebijakan dari temuan ini menegaskan perlunya reorientasi strategi pengentasan kemiskinan dalam RPJMD Provinsi NTT, dengan menempatkan peningkatan produktivitas pertanian, pengembangan industri daerah berbasis sumber daya lokal dan padat karya, serta pengurangan ketimpangan wilayah sebagai agenda utama. Penguatan sektor industri pengolahan yang terintegrasi dengan pertanian dipandang krusial untuk mengaktifkan kembali mekanisme transformasi struktural yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan demikian, disertasi ini memberikan kontribusi akademik dan kebijakan dalam memperkaya pemahaman tentang keterbatasan transformasi struktural di daerah tertinggal serta menawarkan arah kebijakan yang lebih kontekstual dan berbasis bukti bagi pengentasan kemiskinan di wilayah kepulauan seperti NTT.-
dc.description.sponsorshipMandiri-
dc.language.isoid-
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleKemiskinan Tinggi dan Persisten Serta Transformasi Struktur Ekonomi di Provinsi Nusa Tenggara Timurid
dc.title.alternativeHigh and Persistent Proverty and the Transformation of Economic Structure in East Nusa Tenggara Province-
dc.typeDisertasi-
dc.subject.keywordKemiskinan Tinggi dan Persistenid
dc.subject.keywordTransformasi Struktur Ekonomiid
dc.subject.keywordPertanian Bernilai Tambahid
Appears in Collections:DT - Economic and Management

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
cover_H4603202007_bf4ea87beb9f47f9b03ac2e8e773378e.pdfCover389.32 kBAdobe PDFView/Open
fulltext_H4603202007_c1210e497e1a471294818b437a37a382.pdf
  Restricted Access
Fulltext1.16 MBAdobe PDFView/Open
lampiran_H4603202007_3241772a50404e11b6d77f8a6384ba84.pdf
  Restricted Access
Lampiran4.01 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.