Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172213
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorWidajati, Eny-
dc.contributor.advisorSari, Maryati-
dc.contributor.authorTimothy, Silvan-
dc.date.accessioned2026-01-21T10:28:44Z-
dc.date.available2026-01-21T10:28:44Z-
dc.date.issued2026-
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172213-
dc.description.abstractPenelitian ini dilatarbelakangi oleh lamanya waktu pengujian daya berkecambah benih porang standar yang mencapai 60 hari, sehingga menghambat proses sertifikasi. Tujuan penelitian adalah menetapkan media perkecambahan terbaik untuk mempercepat pengujian dan mengembangkan metode uji cepat Tetrazolium (TZ) berbasis analisis citra digital. Metode penelitian terdiri atas uji perbandingan media (kertas, pasir, cocopeat, arang sekam) dan pengembangan protokol uji TZ menggunakan tiga lot benih dengan tingkat vigor berbeda dari pengusangan terkontrol selama 0, 2, dan 5 hari. Pola pewarnaan dianalisis menggunakan root mean square (RMS), korelasi, dan regresi, serta divalidasi menggunakan uji t-student. Pola pewarnaan kemudian dikuantifikasi menggunakan nilai red, greeen, dan blue (RGB) pada program ImageJ. Penggunaan media arang sekam dapat menjadi media alternatif untuk uji DB benih porang berdasarkan nilai DB dan KCT yang nyata lebih tinggi dibandingkan media kertas, pasir, dan cocopeat. Penggunaan media arang sekam dapat mempercepat waktu pengujian, dengan hitungan pertama pada 17 HST dan hitungan akhir pada 46 HST pada suhu 25±2 ?. Penelitian ini menghasilkan 14 pola pewarnaan tetrazolium yang berhasil diidentifikasi. Pola 1 dan 2 yakni pola dengan intensitas merah cerah dan merah keunguan pada seluruh bagian benih dapat menduga nilai DB dan PTM. Pola 1 adalah pola yang dapat digunakan untuk menduga peubah KCT dan KST. Metode penilaian TZ dapat dilakukan dengan program ImageJ. Analisis citra menggunakan ImageJ dapat mengindikasikan perbedaaan pola TZ dengan penetapan ambang batas pada analisis RGB. Warna merah yang lebih pekat ( R = 100 ) dari hasil pengujian TZ berkorelasi positif dengan mutu fisiologis benih (0,38). Warna merah yang pudar (R = 150) mengindikasikan penurunan mutu benih.-
dc.description.sponsorshipnull-
dc.language.isoid-
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePengembangan Metode Uji Viabilitas Benih Porang (Amorphophallus muelleri Blume): Media Perkecambahan dan Uji Tetrazolium Berbasis Citra Digitalid
dc.title.alternativeDevelopment of Viability Testing Methods for Porang (Amorphophallus muelleri Blume) Seeds: Germination Media and Digital Image Based Tetrazolium Test-
dc.typeTesis-
dc.subject.keywordarang sekamid
dc.subject.keywordImageJid
dc.subject.keywordNilai RGBid
dc.subject.keywordPengusangan Terkontrolid
dc.subject.keywordPola Pewarnaanid
Appears in Collections:MT - Agriculture

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
cover_A2501231007_20e131ea1b1f4aa9ac75823c44e8bc76.pdfCover356.06 kBAdobe PDFView/Open
fulltext_A2501231007_1533c6c4bcf64061a1af60e6215a1ce3.pdf
  Restricted Access
Fulltext814.19 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.