Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172107| Title: | Identifikasi Cendawan Penyerang Kayu Pinus (Pinus merkusii) |
| Other Titles: | Identification of Fungi Attacking Pine Wood (Pinus merkusii) |
| Authors: | Wahyudi, Imam Priadi, Trisna Arinana Apsya, Serina Putri |
| Issue Date: | 2026 |
| Publisher: | IPB University |
| Abstract: | Kayu pinus merupakan kayu yang berwarna cerah. Kelas awet yang rendah menyebabkan kayu mudah terserang oleh organisme perusak, salah satunya yaitu cendawan. Cendawan memanfaatkan kayu pinus sebagai sumber nutrisi melalui penguraian selulosa, hemiselulosa dan lignin. Kayu pinus sering diserang oleh cendawan pelapuk dan cendawan pewarna. Serangan cendawan pelapuk biasanya terjadi diluar ruangan yang menyebabkan kayu menjadi lapuk; sedangkan serangan cendawan pewarna dapat terjadi di berbagai lingkungan termasuk dalam ruangan yang mengakibatkan warna kayu menjadi kebiruan gelap. Karena jenis cendawan yang menyerang kayu tersebut masih belum diketahui, maka tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis cendawan yang menyerang kayu pinus (P. merkusii) di dalam ruangan berdasarkan laju pertumbuhan, morfologi dan molekuler serta mengevaluasi perubahan warna dan kondisi kayu yang terserang. Penelitian ini diharapkan dapat menunjang proses selanjutnya terkait dengan proses peningkatan mutu kayu pinus pasca serangan. Penelitian ini menggunakan kayu pinus dari pohon yang berasal dari Kabupaten Sukabumi. Kayu dipotong menjadi ukuran 20 cm × 5 cm × 5 cm, kemudian disimpan di dalam ruangan selama 4 bulan hingga kayu terserang cendawan. Setelah terserang, kayu dijadikan sampel berukuran 2 cm × 2 cm × 0,5 cm untuk isolasi cendawan. Hasil isolasi selanjutnya diukur laju pertumbuhan dan diidentifikasi; sedangkan pada kayu yang terserang diamati perubahan warna dan kondisi struktur anatomi penyusunnya. Identifikasi jenis cendawan dilakukan berbasis morfologi (baik makro- dan mikroskopis) dan berbasis molekuler (pohon filogenetik) yang selanjutnya dicocokkan dengan rujukan. Perubahan warna kayu yang terserang dan kondisi struktur anatominya diamati secara langsung. Hasil yang diperoleh diolah menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan ada dua jenis cendawan yang menyerang kayu pinus dalam ruangan, yaitu Trichoderma atroviride dan Schizophyllum commune. Keduanya dapat dengan jelas dibedakan. Cendawan T. atroviride memiliki laju pertumbuhan 31,13 ± 0,18 mm/hari, hifa berwarna putih, muncul warna hijau di permukaan setelah 30 hari, konidia berbentuk bulat bergelombol, dan terdapat tangkai fialid. Cendawan S. commune memiliki laju pertumbuhan 12,36 ± 0,04 mm/hari, hifa berwarna putih, terdapat clamp connection, hifa berseptat, dan tidak terdapat konidia. Warna kayu yang terserang cendawan berubah menjadi biru keabu-abuan. Pada kayu yang terserang ditemukan hifa pada sel parenkim dan jari-jari serta dalam saluran resinnya. Pada kayu yang terserang terdapat retakan pada dinding sel trakeidanya. |
| URI: | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172107 |
| Appears in Collections: | UT - Forestry Products |
Files in This Item:
| File | Description | Size | Format | |
|---|---|---|---|---|
| cover_E2501241004_44dac75b551f456a98a4042f8336e501.pdf | Cover | 633.51 kB | Adobe PDF | View/Open |
| fulltext_E2501241004_df13383a9f684ff0bcf084e26fd3fa69.pdf Restricted Access | Fulltext | 2.33 MB | Adobe PDF | View/Open |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.