Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172040| Title: | Faktor-Faktor yang Memengaruhi Pilihan Saluran Pemasaran Petani Cabai Rawit di Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman |
| Other Titles: | Factors Affecting the Choice of Marketing Channels for Chili Farmers in Turi Subdistrict, Sleman Regency |
| Authors: | Rosiana, Nia Rifin, Amzul Mahendra, Yusuf Iqbal |
| Issue Date: | 2026 |
| Publisher: | IPB University |
| Abstract: | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pemilihan saluran pemasaran cabai rawit di Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, yang merupakan salah satu sentra produksi cabai rawit di Daerah Istimewa Yogyakarta. Permasalahan utama yang dihadapi petani adalah fluktuasi harga yang tinggi, perbedaan mekanisme antar lembaga pemasaran, serta ketidakpastian pendapatan yang menyebabkan sebagian petani berpindah dari satu saluran pemasaran ke saluran lainnya. Dua saluran yang paling umum digunakan adalah pasar lelang dan saluran non-lelang seperti pedagang pengumpul dan pedagang besar. Penelitian ini menggunakan data panel dua periode dari 103 petani dan menerapkan analisis regresi panel logit karena variabel dependen berbentuk biner. Hasil uji Wald menunjukkan bahwa secara simultan seluruh variabel independen dalam model berpengaruh signifikan terhadap pemilihan saluran pemasaran. Namun secara parsial, hanya dua variabel yang terbukti signifikan, yaitu jarak menuju titik kumpul pasar lelang dan keanggotaan kelompok tani. Pada variabel jarak, pasar Lelang menerapkan sistem titik kumpul di 14 Kecamatan di Kabupaten Sleman dengan dua titik kumpul yaitu di Desa Wonokerto dan Desa Bangunkerto. Tujuannya untuk mendekatkan pasar lelang ke petani, Sehingga petani dapat menghemat waktu serta biaya angkut. Hal ini dapat menjadi faktor yang memengaruhi petani non pasar lelang beralih ke pasar lelang. Sementara itu, pada variabel kelompok tani sebagian besar petani yang beralih dari saluran non pasar lelang ke pasar lelang merupakan petani anggota kelompok tani. Hal ini dapat disebabkan karena anggota kelompok tani yang menyalurkan panen melalui pasar lelang menjadi prioritas penerima bantuan sarana produksi. Bantuan berupa mulsa, benih, pupuk dan obat-obatan. Sementara itu, variabel harga, pendidikan, pengalaman usahatani, pengeluaran rumah tangga, jumlah tanggungan keluarga, umur, dan luas lahan tidak berpengaruh signifikan. Hasil penelitian ini menghasilkan beberapa implikasi kebijakan dalam upaya penguatan akses pasar dengan perbaikan infrastruktur, penambahan titik kumpul, dan transportasi kolektif. Selanjutnya, pengembangan sistem informasi harga real-time dan penguatan peran penyuluh untuk mengurangi asimetri informasi serta penguatan kelompok tani melalui pelatihan manajemen, akses informasi harga dan kemitraan pasar lelang. Selain itu, melakukan optimalisasi proses distribusi dan pembentukan harga agar tujuan pasar lelang untuk meningkatkan penerimaan petani dapat tercapai serta tidak bergantung dengan adanya bantuan sarana produksi. |
| URI: | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172040 |
| Appears in Collections: | MT - Economic and Management |
Files in This Item:
| File | Description | Size | Format | |
|---|---|---|---|---|
| cover_H3501222061_21b9bcab6f464132828b1889a6799143.pdf | Cover | 2.78 MB | Adobe PDF | View/Open |
| fulltext_H3501222061_579429b5ffb44610932769e876d14ee3.pdf Restricted Access | Fulltext | 530.57 kB | Adobe PDF | View/Open |
| lampiran_H3501222061_f5207d42dee54f1ba1e788735bac3190.pdf Restricted Access | Lampiran | 1.64 MB | Adobe PDF | View/Open |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.