Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172019| Title: | Dinamika Fermentasi Rumen Berdasarkan Taraf Dietary Cation Anion Difference dan Imbangan Hijauan:Konsentrat dalam Studi In Vitro |
| Other Titles: | Rumen Fermentation Dynamics Based on Dietary Cation Anion Difference Levels and Forage-to-Concentrate Ratios in an In Vitro Study |
| Authors: | Despal Permana, Idat Galih Isnaini, Rokhmatun |
| Issue Date: | 2026 |
| Publisher: | IPB University |
| Abstract: | Hipocalcemia adalah penyakit metabolik yang perlu dicegah untuk menghindari komplikasi kesehatan lainnya. Strategi yang relevan untuk pencegahan adalah pengelolaan pakan pada sapi transisi dengan memberikan ransum berdasarkan Dietary Cation Anion Difference (DCAD) yang disesuaikan dengan keseimbangan yang tepat antara hijauan dan konsentrat. Sayangnya, peternak masih belum menyadari strategi ini. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh tingkat DCAD terhadap fermentasi rumen pada rasio hijauan dan konsentrat yang berbeda menggunakan metode in vitro. Variasi tingkat DCAD (-100, -50, 0, +100, dan +200 mEq kg-1) dan rasio hijauan dan konsentrat (60:40, 50:50, 40:60) diuji untuk melihat pengaruhnya terhadap lingkungan rumen dan mikroba, hasil fermentasi, dan kecernaan nutrien. Hasil menunjukkan bahwa rasio hijauan dan konsentrat memiliki dampak yang lebih besar terhadap fermentasi rumen dibandingkan dengan tingkat DCAD. Pakan berbasis DCAD cenderung memiliki pengaruh lebih besar pada pencernaan pasca-rumen. Namun demikian, pakan dengan tingkat DCAD antara -100 hingga +200 mEq kg-1 tidak mengganggu fermentasi rumen. Pakan DCAD negatif dapat menurunkan pH rumen dan kecernaan nutrien, sementara DCAD positif meningkatkan keduanya. Rasio tinggi hijauan (60:40) meningkatkan pH rumen tetapi memiliki kecernaan yang lebih rendah, sedangkan pakan konsentrat tinggi (40:60) menurunkan pH rumen tetapi meningkatkan kecernaan. Kombinasi kedua faktor ini menciptakan lingkungan fermentasi rumen yang lebih stabil dan efisien. Pakan optimal untuk fase prepartum adalah ransum dengan DCAD negatif dikombinasikan dengan rasio hijauan dan konsentrat 60:40, sementara pakan DCAD positif dengan rasio 40:60 cocok untuk meningkatkan kecernaan nutrien guna mendukung produksi susu pada fase postpartum. |
| URI: | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172019 |
| Appears in Collections: | MT - Animal Science |
Files in This Item:
| File | Description | Size | Format | |
|---|---|---|---|---|
| cover_D2501232055_d77646b7abfc4897a5239f6c528f7e5b.pdf | Cover | 2.69 MB | Adobe PDF | View/Open |
| fulltext_D2501232055_07b00961b49b486bab35538a58514977.pdf Restricted Access | Fulltext | 8.22 MB | Adobe PDF | View/Open |
| lampiran_D2501232055_d04dba23d3c04867ab4662fc277b8b9a.pdf Restricted Access | Lampiran | 1.92 MB | Adobe PDF | View/Open |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.