Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171708
Title: Data Driven Dalam Proses Perencanaan Pembangunan Sumber Daya Manusia Di Desa Berbasis Data Desa Presisi
Other Titles: 
Authors: Sjaf, Sofyan
Kolopaking, Lala M.
Pratami, Yulia
Issue Date: 2025
Publisher: IPB University
Abstract: Penelitian ini membahas penerapan pendekatan data-driven dalam perencanaan pembangunan sumber daya manusia (SDM) di tingkat desa melalui pemanfaatan Data Desa Presisi (DDP). Latar belakang penelitian ini adalah adanya ketimpangan dalam penggunaan data di tingkat desa yang sering kali bersifat administratif dan belumdimanfaatkan secara optimal untuk pengambilan keputusan kebijakan. Tujuan utama penelitian ini adalah menganalisis sejauh mana pelatihan berbasis data mampu meningkatkan kapasitas aktor desa dalam merancang dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) yang berbasis bukti, serta melihat pengaruh tipologi desa terhadap efektivitas intervensi pelatihan. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed-method, menggabungkan metode kuantitatif (pre-test dan post-test) serta metode kualitatif (wawancara, observasi partisipatif, dan telaah dokumen). Lokasi penelitian ditetapkan di dua desa dengan karakteristik tipologi berbeda: Desa Sagalaherang Kidul sebagai desa rural urban yang memiliki sarana dan prasarana desa yang lebih maju dan Desa Gelaranyar sebagai desa rural dengan akses yang lebih terbatas. Selain dari perbandingan tipologi desa, hal lain yang mendukung dalam perbandingan ialah skor Indeks PembangunanManusia (IPM) dan status desa berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM). Desa Sagalaherang Kidul memiliki status desaMandiri dengan skor IPM 59,43 lebih tinggi dibandingkan Desa Gelaranyar dengan skor 57,63 dengan status desa Maju. Pemilihan lokasi ini bertujuan untuk memahami bagaimana karakteristik kontekstual memengaruhi efektivitas pelatihan dan penerapan data dalam perencanaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desa dengan tipologi rurban lebih siap menyerap pelatihan berbasis data dan menunjukkan peningkatan skor hasil pelatihan yang lebih signifikan. Hal ini tidak terlepas dari ketersediaan infrastruktur, kesiapan sumber daya manusia, serta kapasitas organisasi dan kelembagaan di desa tersebut. Di sisi lain, penggunaan data dalam proses perencanaan pembangunan desa juga tidak bisa dilepaskan dari dinamika kekuasaan antar aktor yang terlibat dalam arena data. Penguasaan data oleh aktor tertentu menjadi bagian dari modal simbolik yang memperkuat otoritasnya dalam arena pengambilan keputusan. Penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan kontekstual dalam pembangunan desa. Intervensi pelatihan maupun kebijakan berbasis data tidak dapat disamaratakan untuk seluruh desa, melainkan harus mempertimbangkan tipologi, struktur sosial, dan budaya lokal masing-masing desa. Selain itu, pembentukan budaya data (data culture) menjadi agenda penting ke depan agar desa tidak hanya mampu mengumpulkan data, tetapi juga mampu menginterpretasi, memanfaatkan, dan menindaklanjutinya untuk kesejahteraan warganya.
URI: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171708
Appears in Collections:MT - Human Ecology

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
cover_I3503231002_81f6f649f6a545f7b3231fda52a11eed.pdfCover823.81 kBAdobe PDFView/Open
fulltext_I3503231002_e5f0271746da4811b4868e97bf45a16b.pdf
  Restricted Access
Fulltext2.29 MBAdobe PDFView/Open
lampiran_I3503231002_7a6007c1e1cb430d880cbbab4b170757.pdf
  Restricted Access
Lampiran372.74 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.