Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/169315| Title: | Virulensi Phomopsis vexans Asal Terung pada Solanaceae Lain dan Pertumbuhannya pada Beberapa Media |
| Other Titles: | Virulence of Phomopsis vexans Isolated from Eggplant on Other Solanaceae Crops and Its Growth on Various Media |
| Authors: | Khairani, Hagia Sophia Damayanti, Tri Asmira Khairunnisa, Salma Firyal |
| Issue Date: | 2025 |
| Publisher: | IPB University |
| Abstract: | Cendawan Phomopsis vexans (teleomorf: Diaporthe vexans) adalah patogen pascapanen utama pada terung dengan kerusakan mencapai 15%-20%. Pada penyimpanan produk dan pemasaran produk panen terdapat hubungan yang intensif antara patogen dan produk pascapanennya, serta peluang penularan patogen pada produk lainnya. Isolat P. vexans diisolasi dari buah terung bergejala bercak basah dan relatif cekung dan ditumbuhkan pada media potato dextrose agar (PDA) dan diinkubasi selama 8 hari. Cendawan ini diidentifikasi berdasarkan karakter morfologi berupa ciri koloni, konidia-a, konidia-ß, dan piknidia. Karakterisasi molekular dilakukan untuk mengonfirmasi hasil identifikasi morfologi menggunakan primer internal transcribed spacer (ITS), yaitu ITS1 dan ITS4. Virulensi P. vexans diamati pada terung sebagai inang utamanya dengan inokulasi pada bagian atas (dekat tangkai), tengah, dan bawah dari buah terung. Percobaan yang sama dilakukan untuk mengevaluasi kemampuan infeksi P. vexans tersebut pada tanaman solanaceae lain yaitu cabai, tomat, dan ranti. Empat media tumbuh yaitu potato dextrose agar (PDA), cormeal agar (CMA), oatmeal agar (OMA), dan water agar (WA) digunakan untuk mengevaluasi kemampuan tumbuh dan membandingkan sporulasinya pada masing-masing media yang memberikan nutrisi spesifik pada cendawan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan lima ulangan dan perlakuan dengan perbedaan signifikan diuji menggunakan uji Tukey pada a 5%. Penelitian ini menemukan bahwa cendawan P. vexans dapat menyebabkan gejala busuk pada buah terung dan inang lainnya dari famili Solanaceae, yaitu berupa adanya lesi berwarna cokelat tua disertai terbentuknya cekungan pada permukaan kulit buah. Hasil identifikasi molekuler menunjukkan kekerabatan dekat dengan isolat P. vexans asal India. Pengujian media pertumbuhan menunjukkan bahwa media PDA merupakan media optimal untuk pertumbuhan miselium, sementara media yang cocok untuk sporulasi adalah media CMA. |
| URI: | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/169315 |
| Appears in Collections: | UT - Plant Protection |
Files in This Item:
| File | Description | Size | Format | |
|---|---|---|---|---|
| cover_A3401211067_c252d9c00248426ea8b1affc44e84a46.pdf | Cover | 825.71 kB | Adobe PDF | View/Open |
| fulltext_A3401211067_7b593cbf3f724026bfaa90197ed9b525.pdf Restricted Access | Fulltext | 1.21 MB | Adobe PDF | View/Open |
| lampiran_A3401211067_b345ed30423a40968000e3043b161dbf.pdf Restricted Access | Lampiran | 416.66 kB | Adobe PDF | View/Open |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.