Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/168212| Title: | Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Penyaluran Kredit Umum dan Kredit Usaha Kecil Di Indonesia |
| Authors: | Yusman Syaukat Dwi Rachmina Dinati, Novita |
| Issue Date: | 2020 |
| Publisher: | IPB University |
| Abstract: | Krisis keuangan pada tahun 2009 menyebabkan perlambatan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Hal ini berdampak pada bisnis perbankan yang mengakibatkan pencapaian penyaluran kredit bank umum lebih rendah dari target yang ditetapkan BI yaitu sebesar 15 persen untuk pertumbuhan kredit. Berbeda dengan dampak yang dirasakan oleh UMKM, segmen usaha tersebut tetap dapat bertahan karena UMKM menggunakan input lokal dan tidak memiliki utang luar negeri. Pemberian pinjaman bank dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal antara lain NPL, CAR, DPK, Inflasi, BI rate dan PDB. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh NPL, CAR, DPK, Inflasi, BI rate dan PDB terhadap penyaluran kredit umum dan kredit usaha kecil di Indonesia. Metode yang digunakan untuk menganalisis pengaruh variabel tersebut adalah uji ANOVA dan regresi data panel. Data perbankan yang digunakan adalah data Bank Mandiri, BRI dan BCA sebagai bank penyalur kredit terbesar dengan porsi penyaluran 38.24 persen dari total kredit yang disalurkan perbankan di Indonesia. Data yang dipergunakan adalah laporan keuangan BRI, Bank Mandiri dan BCA, data BI Rate, Inflasi serta PDB kuartal I 2008 sampai dengan Kuartal II 2018. Hasil uji ANOVA menunjukkan perbedaan yang signifikan pada variabel penyaluran kredit umum, NPL kredit umum, penyaluran kredit usaha kecil, NPL kredit usaha kecil dan DPK pada ketiga bank, sedangkan CAR tidak berbeda secara signifikan. Berdasarkan hasil penelitian pada analisis data panel pada model penyaluran kredit umum menunjukkan NPL, DPK dan PDB berpengaruh, sedangkan variabel CAR, Inflasi dan BI rate tidak memiliki pengaruh secara signifikan. Pada model penyaluran kredit usaha kecil didapatkan bahwa NPL, DPK dan BI rate berpengaruh signifikan, sedangkan CAR, Inflasi dan PDB tidak memiliki pengaruh yang signifikan. Dummy kebijakan mempengaruhi penyaluran kredit usaha kecil, sehingga penyaluran kredit usaha kecil setelah kebijakan jauh meningkat dibandingkan dengan sebelum kebijakan. Implikasi yang dapat disampaikan dari penelitian ini yaitu tindakan- yang dapat dipertimbangkan oleh manajemen. Ketiga bank dapat berinovasi dalam hal teknologi baru jasa keuangan akan membantu bank untuk menggarap nasabah baru. Penetapan saldo minimal dan syarat penyaluran aktivitas usaha pada kurun waktu tertentu dapat menstimulus debitur untuk lebih aktif lagi menyalurkan seluruh aktivitas usahanya melalui perbankan. Ketiga bank harus lebih memperhatikan komposisi dana mahal yang dimiliki, karena akan berpengaruh pada gap pricing antara BI rate dengan simpanan serta bunga pinjaman akan semakin kecil. Pembuatan portofolio guideline bank berdasarkan wilayah dan risiko pasar agar masing-masing wilayah dapat lebih mengembangkan potensi usaha di wilayahnya masing-masing. |
| URI: | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/168212 |
| Appears in Collections: | MT - Business |
Files in This Item:
| File | Size | Format | |
|---|---|---|---|
| E57NDI.pdf Restricted Access | 7.42 MB | Adobe PDF | View/Open |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.