Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/168181
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorSyaukat, Yusman-
dc.contributor.advisorIrawan, Tony-
dc.contributor.authorPuspitasari, Wahyu-
dc.date.accessioned2025-08-07T10:35:40Z-
dc.date.available2025-08-07T10:35:40Z-
dc.date.issued2019-
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/168181-
dc.description.abstractSaham merupakan salah satu investasi yang diminati oleh investor. Saham merupakan salah satu sekuritas diantara sekuritas‐sekuritas lainnya yang mempunyai tingkat risiko yang tinggi. Risiko yang tinggi tercermin dari volatilitas harga saham yang terjadi selama kurun waktu pengamatan tertentu. Dalam perekonomian Indonesia, faktor makroekonomi secara tidak langsung turut mempengaruhi indeks dan harga saham. Kondisi stabilitas makroekonomi ikut serta dalam menimbulkan ketidakpastian fluktuasi harga saham di Bursa Efek Indonesia. Variabel makroekonomi merupakan variabel yang dapat mempengaruhi harga saham namun tidak dapat dikendalikan oleh para pelaku usaha. Sektor pertanian di Indonesia selama kurun waktu lima tahun terakhir memiliki pergerakan harga saham yang paling rendah disbanding sektor lain yaitu sekitar -35.62%, hal ini diduga karena adanya pengaruh dari faktor makroekonomi. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh faktor makroekonomi terhadap harga saham sektor pertanian di Bursa Efek Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) menganalisis pergerakan harga saham emiten yang berada di sektor pertanian (2) menganalisis pengaruh faktor makroekonomi terhadap harga saham sektor pertanian periode tahun 2014 sampai 2018 (3) menganalisis peramalan pergerakan harga saham sektor pertanian selama periode tahun 2019 dengan menggunakan trend analysis. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa data harga saham sektor pertanian setiap bulan serta data variabel makroekonomi seperti inflasi, suku bunga, nilai tukar, harga minyak dunia, indeks produksi industry dan variabel spesifik sektor yaitu harga CPO. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode regresi linier berganda dan trend analysis dengan periode penelitian selama tahun 2014 -2018. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa emiten AALI dan SMAR merupakan emiten penggerak sektor dalam sektor pertanian. Selain itu penelitian ini menjelaskan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara inflasi, nilai tukar dan harga minyak dunia sedangkan variabel suku bunga, indeks produksi industri dan harga CPO tidak menunjukkan adanya hubungan yang signifikan. Pada tahun 2019, harga saham emiten AALI, LSIP, SGRO, JAWA, SIMP, SMAR dan TBLA diprediksi akan meningkat sedangkan emiten DSNG, GZCO, ANJT, PALM dan SSMS diprediksi akan menurun.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Keuanganid
dc.titleAnalisis Pengaruh Faktor Makroekonomi Terhadap Harga Saham Sektor Pertanian Di Bursa Efek Indonesiaid
dc.subject.keywordHarga Sahamid
dc.subject.keywordMakroekonomiid
dc.subject.keywordSektor Pertanianid
dc.subject.keywordRegresi Linier Bergandaid
dc.subject.keywordTrend Analisisid
dc.subject.keywordArbitrage Pricing Theory (Apt)id
Appears in Collections:MT - Business

Files in This Item:
File SizeFormat 
K19WPI.pdf
  Restricted Access
1.82 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.