Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/168172
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorBeik, Irfan Syauqi
dc.contributor.advisorFirdaus, Achmad
dc.contributor.authorArdhitorahman, Hafizh
dc.date.accessioned2025-08-07T10:34:51Z
dc.date.available2025-08-07T10:34:51Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/168172
dc.description.abstractHadirnya reksadana syariah dapat dijadikan salah satu alternatif berinvestasi untuk masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim untuk ikut serta dalam kegiatan pasar modal dengan cara yang halal. Diantara jenis reksadana yang ada berdasarkan alokasi asetnya, reksadana saham lebih unggul dibanding dengan jenis reksadana yang lainnya dengan nilai NAB paling tinggi. Pada awal tahun 2014 indeks reksadana saham syariah memiliki kinerja di atas Indeks Saham Syariah Indonesia dan Indeks Harga Saham Gabungan namun pada tahun 2015 sampai 2017 justru semakin menurun hingga kinerjanya dibawah dari return benchmarknya. Secara teori reksadana seharusnya memiliki kinerja di atas benchmarknya, namun kenyataannya return yang ditunjukkan oleh reksadana saham syariah pada periode 2015 – 2017 tidak dapat mengimbangi return dari ISSI dan IHSG. Pada umumnya, investor akan memilih untuk menginvestasikan dananya dengan pertimbanganpertimbangan finansial, yaitu mempertimbangkan imbal hasil (return) dan risiko (risk). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja reksadana saham syariah di Indonesia yang diukur menggunakan risiko dan tingkat pengembalian berdasarkan metode Sharpe, Treynor, dan Jensen-Alpha serta mengetahui perbandingan kinerja reksadana saham syariah dengan kinerja benchmark pada periode penelitian. Manfaat penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada calon-calon investor dalam menentukan keputusan investasi yang dapat memberikan return sesuai yang diinginkan dengan risiko yang minimal. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus 2018–Juni 2019. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dan kualitatif dalam bentuk wawancara. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan diperoleh 21 reksadana saham syariah sebagai sampel penelitian. Variabel dalam penelitian ini adalah return portofolio, risiko portofolio, risk free rate dan return pasar. Berdasarkan hasil analisis data kinerja reksadana saham syariah dengan benchmark Indonesia Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperoleh hasil yang beragam dari metode Sharpe, Treynor, dan Jensen-Alpha dengan peringkat yang berbeda. Menurut metode Sharpe dan Jensen- Alpha pada periode Januari 2015 - Juni 2018 seluruh reksadana saham syariah berkinerja negatif. Menurut metode Treynor pada periode Januari 2015 - Juni 2018 terdapat 1 reksadana saham syariah yang berkinerja positif dan 20 reksadana saham syariah lainnya berkinerja negatif. Berdasarkan perbandingan kinerja reksadana saham syariah dengan benchmark pada metode Sharpe terdapat 13 reksadana saham syariah yang memiliki kinerja outperformed dan 8 reksadana saham syariah yang memiliki kinerja underperformed. Pada metode Treynor terdapat 7 reksadana saham syariah yang memiliki kinerja outperformed dan 14 reksadana saham syariah yang memiliki kinerja underperformed. Menurut metode Jensen-Alpha pada periode Januari 2015 - Juni 2018 terdapat 18 reksadana saham syariah yang memiliki kinerja outperformed dan 3 reksadana saham syariah yang memiliki kinerja underperformed. Berdasarkan hasil wawancara reksadana saham syariah yang outperformed artinya manajer investasi berhasil menganalisa secara mendalam kekuatan fundamental setiap emiten, berhasil melakukan optimalisasi portofolio saham secara akurat untuk mencapai keseimbangan dengan mempertimbangkan risiko, potensi, dan pertumbuhan. Manajer investasi menunjukkan hasil pengelolaan investasinya berhasil melebihi nilai pasarnya dengan mengalokasikan investasinya. Sedangkan untuk reksadana saham syariah yang underperformed artinya dikarenakan keadaan pasar modal Indonesia yang masih belum efisien menyebabkan masih banyaknya biaya yang harus dikeluarkan oleh sebuah portofolio reksadana. Manajer investasi selaku yang mengelola reksadana saham syariah yang underperformed tidak dapat menunjukkan hasil kinerja yang lebih baik dari pasarnya dan pemilihan pada saham-saham yang dilakukan manajer investasi belum optimal serta ketidakmampuan dari manajer investasi dalam memilih aset sekuritas yang undervalued dan ketidakmampuan dari manajer investasi dalam merespon komposisi portofolio dari reksadana yang sesuai dengan pergerakan pasar. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat diberikan rekomendasi kepada investor untuk memilih portofolio yang diinginkan guna meminimalkan tingkat risiko dan memaksimalkan tingkat keuntungan. Investor dapat berinvestasi pada 3 reksadana saham syariah yang outperformed yaitu Sam Sharia Equity Fund, Avrist Equity Amar Syariah, dan PNM Ekuitas Syariah
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Keuanganid
dc.titleAnalisis Kinerja Reksadana Saham Syariah Di Indonesiaid
dc.subject.keywordJensen-Alphaid
dc.subject.keywordReksadana Saham Syariahid
dc.subject.keywordSharpeid
dc.subject.keywordTreynorid
dc.subject.keywordIhsgid
Appears in Collections:MT - Business

Files in This Item:
File SizeFormat 
K19HAN.pdf
  Restricted Access
16.55 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.