Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/168167| Title: | Transformasi Bisnis dan Penagruhnya Terhadap Kinerja Perusahaan Studi Kasus Pada Pt Berdikari (Persero) |
| Authors: | Harianto Sahara Jamil, Anna Muslikhah |
| Issue Date: | 2019 |
| Publisher: | IPB University |
| Abstract: | PT Berdikari (Persero) adalah perusahaan BUMN peternakan sejak tahun 2012 sesuai surat penugasan dari Menteri BUMN nomor S-211/D1.MBU/2012 yang merubah core competencies dari perdagangan umum (perdagangan komoditi : beras, gula, daging, komoditi perkebunan, pupuk, asuransi, dll) menjadi peternakan . Sejak transformasi pada tahun 2012 sampai sekarang, belum ada peningkatan dan perkembangan yang berari. Ada dua faktor yang diduga menyebabkan situasi ini yakni: (1) Faktor Penghambat (Kondisi SDM, Kompetitor dan reputasi perusahaan) dan (2) Faktor Pendukung (dukungan pemerintah, kemitraan dan sinergi BUMN, aset perusahaan serta pengetahuan pegawai. Penelitian ini memiliki dua tujuan yakni: (1) untuk menganalisis faktor pendukung dan faktor penghambat transformasi bisnis; (2) untuk mengetahui pengaruh transformasi bisnis terhadap kinerja keuangan perusahaan. Adapun metode statistik yang digunakan untuk menganalisa dan menguji hipotesa faktor pendukung dan penghambat transformasi bisnis dengan menggunakan Structural Equation Measure (SEM)-Partial Least Unit (PLS). Sedangkan untuk mengukur pengaruh transformasi bisnis sebelum dansetelah transformasi bisnis terhadap delapan indikator kinerja keuangan perusahaan BUMN (return on equity (ROE), return on investment (ROI), Inventory Turn Over, Colection Periode, Cash Ratio, Current Ratio, Total Turn Over and Capital to Total Assets Ratio) dengan menggunakan T-test. Adapun hasil pengujian menunjukkan bahwa faktor penghambat dan faktor pendukung transformasi bisnis signifikan berpengaruh terhadap transformasi bisnis perusahaan. Dukungan pemerintah yang diberikan seperti penyelesaian proses administrasi perusahaan, kebijakan pemerintah dll serta kemitraan atau sinergi diantara BUMN sangat mendukung implementasi transformasi bisnis sesuai dengan peraturan Menteri BUMN nomor PER- 04/MBU/09/2017. Disamping itu kondisi aset perusahaan serta pengetahuan pegawai juga menjadi faktor penting untuk mendukung penerapan transformasi bisnis. Hasil dari T-Test menunjukkan perbedaan kondisi sebelum (2007-2011) dan setelah transformasi bisnis (2013-2017) yakni pada ROE, Collection Period, Total Modal Terhadap Asset Sendiri dan inventory turn over . PT Berdikari (Persero) mengalami penurunan kinerja keuangan sebelum dan setelah transformasi bisnis, hal ini disebabkan oleh tingginya biaya operasional dan penurunan omset penjualan yang menyebabkan menurunnya laba perusahaan, yang ditunjukkan oleh penurunan nilai ROE pada tahun 2016 (setelah transformasi bisnis diterapkan). Dampak dari kondisi tersebut menyebabkan inventory turn over meningkat, hal ini menunjukkan bahwa barang persediaan menumpuk. Collecting period juga mengalami penurunan, yang disebabkan oleh meningkatnya piutang pada pelanggan. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan belum dapat melakukan upaya penagihan piutang pada pelanggan sesuai dengan waktu yang ditentukan. Dalam rangka membiayai perusahaan agar terus berjalan, perusahaan melakukan pinjaman kepada pihak perbankan dengan aset perusahaan sebagai jaminan. Pinjaman bank tersebut menyebabkan kesulitan karena adanya kewajiban pembayaran bunga pinjaman setiap bulan yang dapat berpengaruh terhadap ratio Total Modal Sendiri Terhadap Aset. |
| URI: | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/168167 |
| Appears in Collections: | MT - Business |
Files in This Item:
| File | Size | Format | |
|---|---|---|---|
| K19AMJL.pdf Restricted Access | 1.7 MB | Adobe PDF | View/Open |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.