Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/168143Full metadata record
| DC Field | Value | Language |
|---|---|---|
| dc.contributor.advisor | Daryanto, Heny K. | |
| dc.contributor.advisor | Sasongko, Hendro | |
| dc.contributor.author | Atmadiputra, Andhi Reza | |
| dc.date.accessioned | 2025-08-07T10:32:22Z | |
| dc.date.available | 2025-08-07T10:32:22Z | |
| dc.date.issued | 2019 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/168143 | |
| dc.description.abstract | Pasar modal di Indonesia menunjukan perkembangan yang pesat. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pasar modal Indonesia mengalami kenaikan jumlah transaksi, kenaikan jumlah volume perdagangan dan penambahan jumlah emiten. Perkembangan pasar modal Indonesia ini merupakan kesempatan bagi calon investor baru dalam berinvestasi. Salah satu sektor yang seharusnya dapat menjadi sektor unggulan di Indonesia dalam berinvestasi adalah sektor pertanian karena Indonesia pada dasarnya merupakan negara agraris, akan tetapi pada tahun 2015 terjadi penurunan return saham pada dua subsektor pertanian yaitu subsektor perkebunan dan subsektor perikanan. Penurunan return saham subsektor perkebunan dan perikanan dapat mempengaruhi keputusan investor dalam pengambilan keputusan berinvestasi, akan tetapi bagi investor fundamentalis penurunan nilai saham dapat dijadikan kesempatan berinvestasi jika nilai-nilai fundamental perusahaan berada dalam kondisi baik, sehingga diperlukan penelitian mengenai faktor-faktor fundamental yang memengaruhi return saham subsektor perkebunan dan perikanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi kinerja keuangan perusahaan subsektor perkebunan dan perikanan serta pengaruhnya terhadap return saham. Untuk menganalisis kinerja keuangan perusahaan digunakan rasio keuangan yang dapat mengukur likuiditas, solvabilitas, dan profitabilitas perusahaan dengan menggunakan cash ratio (CR), debt to equity ratio (DER), Operating Profit Margin (OPM) dan return on equity (ROE). Selain mengukur rasio keuangan kinerja perusahaan diukur juga dengan metode Economic Value Added (EVA) untuk mengetahui nilai tambah yang dihasilkan perusahaan kepada investornya. Faktor ekonomi yang diduga memiliki kaitan erat dengan aktivitas subsektor perkebunan dan perikanan adalah nilai tukar atau kurs. Nilai tukar atau kurs diduga memiliki pengaruh terhadap return saham subsektor perikebunan dan perikanan karena aktivitas subsektor perikanan dan perkebunan erat dengan ekspor dan impor, sehingga perlu diketahui pengaruh dari kurs terhadap return saham subsektor perkebunan dan perikanan. Untuk menganalisis pengaruh rasio-rasio keuangan, EVA, dan kurs terhadap return saham digunakan analisis regresi liner berganda dengan model regresi data panel. Regresi data panel digunakan karena data bersifat time-series dan cross-section secara bersamaan. Penelitian ini dilakukan dalam taraf kepercayaan (α) lima persen. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tidak terdapat pngaruh yang signifikan antara CR, DER, OPM, ROE, EVA, dan kurs terhadap return saham baik dalam subsektor perikanan, sedangkan pada subsektor perkebunan ROE memiliki pengaruh yang signifikan dengan arah hubungan positif terhadap return saham. | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.subject.ddc | Manajemen Keuangan | id |
| dc.title | Pengaruh Rasio Keuangan, Eva dan Nilai Tukar Terhadap Return Saham Perusahaan Subsektor Perkebunan dan Perikanan | id |
| dc.subject.keyword | Economic Value Added | id |
| dc.subject.keyword | Rasio Keuangan | id |
| dc.subject.keyword | Return Saham | id |
| dc.subject.keyword | Der | id |
| dc.subject.keyword | Opm | id |
| dc.subject.keyword | Roe | id |
| dc.subject.keyword | Eva | id |
| Appears in Collections: | MT - Business | |
Files in This Item:
| File | Size | Format | |
|---|---|---|---|
| K19ARAA.pdf Restricted Access | 1.06 MB | Adobe PDF | View/Open |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.