Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/168142
Title: Perencanaan Bisnis Tepung Komposit Dengan Sistem Bagi Hasil
Authors: Marimin
Arkeman, Yandra
Anggriyanto, Darsasa Herdiana
Issue Date: 2019
Publisher: IPB University
Abstract: Kebutuhan akan alternatif pangan bergizi dengan harga terjangkau membuka peluang untuk memproduksi olahan dari tepung terigu yang disubstitusi dengan tepung mocaf dan tepung tapioka yang disebut dengan tepung komposit. Selain itu, teknologi pembuatan olahan tepung komposit tidaklah terlalu rumit dan dapat menggunakan peralatan yang sederhana, serta ketersediaan bahan baku untuk pembuatan olahan ini cukup melimpah. Untuk melakukan pendirian industri tepung komposit diperlukan adanya studi kelayakan. Investasi masih banyak dilakukan oleh oknum perorangan, koperasi atau entitas tertentu untuk mendapatkan keuntungan yang besar tanpa memperdulikan norma-norma yang berlaku, baik norma positif atau norma agama. Keberhasilan perencanaan bisnis tepung komposit memerlukan kajian kelayakan dan sistem bagi hasil yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun perencanaan bisnis untuk tepung komposit melalui kajian kelayakan dan sistem bagi hasil. Metode eksploratori dengan pendekatan observasi diimplementasikan pada penelitian ini. Data primer diperoleh dari wawancara terstruktur yang telah disusun sebelumnya sesuai dengan masalah dan tujuan penelitian. Narasumber berasal dari pemilik pengolahan tepung. Untuk aspek lingkungan, narasumber yang diperlukan berasal dari pihak yang berkepentingan dan mewakili serta memberikan informasi mengenai Kabupaten Bogor. Data primer yang dikumpulkan meliputi biaya investasi dan aspek teknis pendirian pabrik pengolahan tepung komposit, data populasi dan produksi tepung terigu, tepung tapioka dan tepung mocaf, biaya produksi dan operasional, tenaga kerja serta struktur organisasi, target pasar dan sistem pemasaran, informasi biaya untuk bahan baku tepung, kondisi umum wilayah tempat pendirian pabrik, ketersediaan lahan, karakteristik penduduk, serta data lain yang dianggap relevan dengan tujuan penelitian. Data sekunder yang diperlukan berupa studi literatur dari berbagai laporan yang berkaitan dengan topik dan tujuan penelitian dan hasil penelitian dari instansi atau lembaga yang terkait dengan tepung komposit. Data sekunder lainnya adalah informasi mengenai konsumsi dan produksi tepung nasional, kantor pusat statistik. Aspek kelayakan yang diteliti meliputi pasar, teknis, sumberdaya dan organisasi, lingkungan dan keuntungan untuk bagi hasil. Hasil analisis menunjukkan bahwa tepung tapioka dan mocaf berpotensi untuk menggantikan tepung gandum. Berdasarkan ketersediaan bahan baku, tepung mocaf memiliki ketersediaan hingga 10 000 Ton/ tahun, sehingga terdapat 29 Ton/hari untuk mensubstitusi tepung tapioca. Penelitian ini berhasil merancang scenario substitusi 5% untuk tepung mocaf dan 5% untuk tepung tapioka. Hasil kajian kelayakan meunjukkan bahwa nilai payback period adalah 3 tahun 9 bulan sedangkan Break Event Point adalah 153 258 Ton/tahun. Hasil ini dapat memberikan kesimpulan bahwa perancanaan bisnis tepung komposit ini layak untuk dilaksanakan. Penelitian ini juga telah berhasil merancang 2 skenario bagi hasil seperti yang telah direkomendasikan oleh Dewan Syariah Nasional. Akhirnya, penelitian ini telah berhasil merancang bisnis tepung komposit yang layak dengan sistem bagi hasil.
URI: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/168142
Appears in Collections:MT - Business

Files in This Item:
File SizeFormat 
K19DHAO.pdf
  Restricted Access
1.65 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.