Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/168122
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorHermawan, Aji
dc.contributor.advisorHubeis, Aida Vitayala S.
dc.contributor.authorPutri, Ariane Oktaviani
dc.date.accessioned2025-08-07T10:30:35Z
dc.date.available2025-08-07T10:30:35Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/168122
dc.description.abstractSistem manufaktur yang ringkas mampu mengurangi biaya, mengurangi pemborosan, cacat produk, meningkatkan produktivitas dan secara bersamaan meningkatkan mutu. Salah satu alat bantu dalam penerapan proses manufaktur yang ringkas adalah sistem lima S (5S). Sistem 5S merupakan sistem penyisihan, kerapihan, kebersihan, pemantapan terus menerus serta pembiasaan perilaku. Sistem 5S tidak hanya meningkatkan lingkungan kerja tetapi juga memastikan kepatuhan terhadap standar keseluruhan proses dan meningkatkan perbaikan secara berkelanjutan. Dalam penerapan sistem 5S dibutuhkan motivasi karyawan, agar penerapan 5S menjadi efektif dan berkelanjutan. Penerapan sistem 5S akan gagal, apabila motivasi karyawan kurang. Penerapan sistem 5S tidak dapat berhasil apabila tidak didukung oleh keterlibatan penuh, kerja keras dan dedikasi karyawan. Oleh karena itu, perusahaan perlu mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi motivasi karyawan dalam menerapkan sistem 5S di tempat kerja. Penelitian menggunakan teknik pengambilan data stratified random sampling. Hasil penelitian dengan pengolahan data menggunakan Structural Equation Modelling menunjukkan terdapat pengaruh langsung atau positif antara motivasi karyawan terhadap budaya sistem 5S. Hal ini dapat menjelaskan bahwa motivasi karyawan berpengaruh positif terhadap budaya sistem 5S. Motivasi karyawan berpengaruh positif terhadap kinerja sistem 5S tetapi hubungannya tidak signifikan. Variabel budaya sistem 5S terhadap variabel kinerja sistem 5S menunjukkan pengaruh yang tidak signifikan. Nilai estimasi parameter variabel dari hasil uji Confirmatory Factor Analysis menunjukkan bahwa motivasi karyawan yang paling tinggi adalah pada indikator variabel Improve dimana dianggap berpengaruh langsung Hasil ini menunjukkan bahwa kebutuhan karyawan akan pengembangan karir dan informasinya terpenuhi di perusahaan. Nilai estimasi parameter variabel budaya sistem 5S yang paling tinggi adalah pada indikator variabel “Sapu” dimana dianggap berpengaruh langsung. Hasil terhadap indikator variabel “Sapu” ini menunjukkan bahwa karyawan PT Indo Kordsa Tbk sudah mencapai langkah pembersihan dan pemeliharaan kebersihan pada barang dan area kerja dibandingkan dengan langkah sistem 5S lainnya. Melalui analisis Korelasi Pearson, penelitian ini juga menunjukkan bahwa masa kerja karyawan memiliki hubungan signifikan dengan budaya sistem 5S serta departemen juga memiliki hubungan signifikan dengan kinerja sistem 5S.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Sumber Daya Manusiaid
dc.titleAnalisis Faktor Motivasi Karyawan Terhadap Budaya Sistem 5S dan Kinerja Sistem 5S Di Pt Indo Kordsa Tbkid
dc.subject.keywordEmployee Motivationid
dc.subject.keywordFive 5 Cultureid
dc.subject.keywordFive S Performanceid
dc.subject.keywordPerson Correlationid
dc.subject.keywordStructural Equation Modeling (Sem)id
Appears in Collections:MT - Business

Files in This Item:
File SizeFormat 
K19AOPI.pdf
  Restricted Access
2.91 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.