Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/168114Full metadata record
| DC Field | Value | Language |
|---|---|---|
| dc.contributor.advisor | Hermawan, Aji | |
| dc.contributor.advisor | Asnawi, Yudha Heryawan | |
| dc.contributor.author | Ali, Ahmad Saomin | |
| dc.date.accessioned | 2025-08-07T10:29:56Z | |
| dc.date.available | 2025-08-07T10:29:56Z | |
| dc.date.issued | 2019 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/168114 | |
| dc.description.abstract | Talent Management (TM) menjadi perdebatan utama di dunia manajemen dan bisnis terkait teori dan praktik semenjak Chamber tahun 1998 memperkenalkan “The War for Talent”. Semenjak itu telah banyak publikasi akademis terkait TM secara konseptual. Akan tetapi, sayangnya hanya sedikit yang melihat dari sisi aplikasi, sehingga penting untuk memahami hal tersebut dalam konteks organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelompok pemangku kepentingan (Profesional SDM, Senior Eksekutif dan Line Manager) serta peserta TM, praktik, tantangan dan hambatan dalam pelaksanaan TM di PT Unilever Indonesia Tbk, serta memeriksa peran profesional SDM dalam TM dan hubungan diantara keduanya. Metodologi penelitian berupa pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yaitu PT Unilever Indonesia Tbk sebagai perusahaan multinasional. Pengumpulan data dilakukan dengan metode triangulasi yang meliputi wawancara, observasi, dan review dokumen. Wawancara yang digunakan menggunakan wawancara semi-terstruktur. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman konsep TM memiliki perbedaan pada setiap level, baik itu pemangku kepentingan (profesional SDM, senior eksekutif dan Line Manager) maupun peserta TM. Profesional SDM memahami dengan baik konsep dan praktik TM, sedangkan senior eksekutif memahami hubungan TM dengan strategi bisnis, line manager memahami bagaimana TM dapat terlaksana dengan baik sehingga peserta TM mampu melaksanakannya dengan baik juga, sedangkan peserta TM memahami kondisi pelaksanaan di lapangan. Praktik TM di PT Unilever Indonesia Tbk menggunakan pendekatan inclusive people yang artinya semua karyawan yang berada dalam organisasi memiliki talenta yang perlu dikembangkan. TM lebih menekankan pada tugas berbasis kerja nyata (experience atau on the job assignment) sebesar 70%, ditunjang dengan coaching dan mentoring (20%) serta 10% formal development. Tantangan dan hambatan yang saat ini dihadapi dalam implementasi TM diklasifikasikan ke dalam dua tingkatan yaitu organisasi dan individu. Organisasi meliputi masalah sistem program TM (program TM tidak memiliki target waktu dan kurangnya program yang mampu menarik keinginan karyawan untuk lebih baik dalam sistem pembelajaran yang telah disediakan), sistem karir yang tersendat, masalah dengan faktor push dan pull. Sedangkan tingkatan individu meliputi masalah kompetensi, keterbatasan waktu dan masalah adaptasi. Peran professional SDM dalam program TM memegang peran penting, dengan perannya ini masih diperlukan peningkatan kemampuan dan harus lebih bersentuhan langsung dengan peserta TM. | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.subject.ddc | Manajemen Sumber Daya Manusia | id |
| dc.title | Implementasi Talent Management Di Pt Unilever Indonesia Tbk | id |
| dc.subject.keyword | Inclusive People | id |
| dc.subject.keyword | Perusahaan Multinasional | id |
| dc.subject.keyword | Talent | id |
| dc.subject.keyword | Talent Management | id |
| dc.subject.keyword | The War For Talent | id |
| Appears in Collections: | MT - Business | |
Files in This Item:
| File | Size | Format | |
|---|---|---|---|
| K19ASAI.pdf Restricted Access | 2.44 MB | Adobe PDF | View/Open |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.