Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/168111
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorSinaga, Bonar M.
dc.contributor.advisorAndati, Trias
dc.contributor.authorPriadi, Raditya Arie
dc.date.accessioned2025-08-07T10:29:40Z
dc.date.available2025-08-07T10:29:40Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/168111
dc.description.abstractIndustri manufaktur merupakan salah satu industri penting bagi negara Indonesia karena berperan besar dalam mendorong percepatan pembangunan dan pemerataan ekonomi nasional. Sub sektor makanan dan minuman merupakan sub sektor pada sektor manufaktur dengan kontribusi dan tingkat pertumbuhan terbesar. Industri makanan dan minuman (mamin) merupakan salah satu sektor penting bagi perekonomian nasional.Umumnya pelaku usaha industri makanan dan minuman menggunakan berbagai macam jenis pembiayaan untuk mendukung usaha mereka seperti kredit bank, lembaga pembiayaan yang difasilitasi pemerintah yaitu Lembaga Pembiayaan Industri yang mulai beroperasi pada tahun 2016,serta perolehan pembiayaan melalui dana publik dengan penerbitan saham (go public) dan penerbitan obligasi atau surat utang. Berdasarkan latar belakang yang telah disampaikan menunjukan perusahaan sub sektor makanan dan minuman sangat rentan mengalami financial distress, hal tersebut dilihat dari pertumbuhan rasio DSC dari tahun 2010-2017 menunjukan kondisi penurunan, yang terdapat lima dari tujuh perusahaan sampel mengalami financial distress dengan rata-rata rasio DSC dibawah 1.2. Hal tersebut dikarenakan menurun nya kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban pembayaran kepada pihak bank sebagai penyadang dana dalam kegiatan usaha. Financial distresssendiriadalah kondisi dimana hasil operasi perusahaan tidak cukup untuk memenui kewajiban perusahaan (insolvency).Perusahaan manufaktur yang bergerak di makanan dan minuman sangat membutuhkan modal besar untuk menjalankan operasi usaha, sehingga pendanaan yang dibutuhkan tidak cukup jika mengandalkan sumber pendanaan internal, sehingga memerlukan sumber pendanaan eksternal salah satu nya pinjaman ke bank, pihak berelasi ataupun perusahaan pendanaan lainya.Perusahaan yang menggunakan sumber pendanaan eksternal berupa hutang menimbulkan suatu kewajiban yang harus dipenuhi pada periode-periode yang akan datang berupa pembayaran pokok pinjaman beserta bunganya, apabila pembayaran tersebut tidak dapat dipenuhi maka perusahaan akan mengalami financial distress. Model Financial distress perusahaan makanan dan minuman yang dibangun dalam penelitian meupakan sistem persamaan yang terdiri dari 16 persamaan atau 16 variabel (G) dan total variable dalam model, yaitu variable endogen dan variable predetermin 38 variabel (K). Jumlah variabel endogen dan eksogen yang masuk dalam satu persamaan maksimal tertentu dalam model 6 variabel (M) dengan demikian diperoleh hasil (K-M)>(G-1) sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh persamaan structural dinyatakan terindintifikasi secara berlebih (overidentified). Selanjutnya, metode estimasi model yang digunakan adalah 2SLS (Two Stage Least Square). Jenis data yang digunakan dalam penelitian adalah data panel terdiri dari 7 perusahaan sub sektor makanan minuman yang tedaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2008-2017. Hasil penelitian menunjukan pada simulasi kondisi faktor eksternal yang memburuk perlu dilakukan efisiensi harga pokok penjualan, beban umum administrasi dan beban pemasaran penjualan dan meningkatkan aset lancar melalui kas dan piutang untuk pembayaran hutang yang akan jatuh tempo serta perlu dilakukan pengurangan pendanaan melalui faktor eksternal sehingga perusahaan dapat terbebas dari kondisi financial distress sehingga debt service coverage ratio meningkat.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Keuanganid
dc.titleDampak Faktor Eksternal dan Internal Terhadap Financial Distress Perusahaan Manufaktur Go Public Sub Sektor Makanan dan Minuman Tahun 2008-2017id
dc.subject.keywordData Panelid
dc.subject.keywordFaktor Eksternalid
dc.subject.keywordFinancial Distressid
dc.subject.keywordPerusahaan Makanan Dan Minumanid
dc.subject.keywordDebt Service Coverage Ratio (Dscr)id
Appears in Collections:MT - Business

Files in This Item:
File SizeFormat 
K19RAPI.pdf
  Restricted Access
1.73 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.