Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/168106
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorAsmara, Alla-
dc.contributor.advisorKirbrandoko-
dc.contributor.authorRusdiono, Ari Surya-
dc.date.accessioned2025-08-07T10:29:12Z-
dc.date.available2025-08-07T10:29:12Z-
dc.date.issued2019-
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/168106-
dc.description.abstractIndustri otomotif yang terus berkembang dan menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Penjualan yang meningkat ini menunjukkan bahwa minat masyarakat untuk dapat memiliki kendaraan baru masih cukup tinggi. Berdasarkan data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan wholesales kendaraan roda empat sepanjang 2017 lalu mencapai 1.079.308 unit. Dan di tahun 2018 mencapai 1,1 juta unit kendaraan roda empat yang terjual. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi model bisnis PT TAF saat ini., menganalisis SWOT nya, serta merumuskan strategi perbaikan untuk pengembangan bisnis kedepannya. Pengambilan data menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 7 orang. Analisis data menggunakan BMC, analisis IFE, EFE, matrix SWOT, dan juga QSPM. Dengan semua analisis di atas menghasilkan strategi prioritas untuk mengembangkan bisnis perusahaan. Berdasarkan hasil penelitian, dari sembilan elemen yang ada di BMC diketahui ada dua elemen yang potensial untuk dikembangkan yaitu channel dan revenue streams. Kedua elemen ini menunjukkan angka untuk Strength, Weakness, Opportunities, dan Threat tertinggi dan menjadi elemen potensial untuk dapat dikembangkan. Masing-masing elemen terpilih kemudian akan ditetapkan beberapa strategi alternative untuk dapat dikembangkan dan dipilih strategi prioritas. Dari elemen tersebut diperoleh 6 strategi yang dapat dikembangkan oleh PT TAF. Keenam strategi tersebut yaitu: 1. Membuat aplikasi (digitalisasi) informasi, simulasi, pengajuan kredit untuk konsumen dan dealer. 2. Memberikan pembiayaan dengan bunga rendah untuk konsumen RO (Repeat Order) atau AO (Additional Order). 3. Menambahkan jumlah sales officer di dealaer untuk meningkatkan penjualan. 4. Membuka kantor cabang baru. 5. Meningkatkan spread (margin keuntungan) dari konsumen yang akan lunas atau sudah lunas (history kredit baik) dengan program pembiayaan non retail. Meningkatkan nilai kontes (reward) untuk pihak dealer. Dari keenam strategi tersebut ada dua strategi yang akan menjadi prioritas dan dapat dikembangkan. Kedua strategi tersebut yaitu membuat aplikasi (digitalisasi) informasi, simulasi, pengajuan kredit untuk konsumen dan dealer dengan nilai TAS (Total Attractiveness Score) 6.733 yang merupakan TAS tertinggi. Sedangkan strategi kedua yaitu Meningkatkan spread (margin keuntungan) dari konsumen yang akan lunas atau sudah lunas (history kredit baik) dengan program pembiayaan non retail dengan TAS 6.649.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Strategiid
dc.titleAnalisis Strategi Pengembangan Bisnis Pt.Taf (Toyota Astra Financial Services)id
dc.subject.keywordBusiness Model Canvas (Bmc)id
dc.subject.keywordChannelid
dc.subject.keywordEfeid
dc.subject.keywordIfeid
dc.subject.keywordQspmid
dc.subject.keywordRevenue Streamsid
dc.subject.keywordSwotid
Appears in Collections:MT - Business

Files in This Item:
File SizeFormat 
K19ASRO.pdf
  Restricted Access
2.58 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.