Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/168099Full metadata record
| DC Field | Value | Language |
|---|---|---|
| dc.contributor.advisor | Satria, Arif | |
| dc.contributor.advisor | Kirbrandoko | |
| dc.contributor.author | Fidyani, Citra | |
| dc.date.accessioned | 2025-08-07T10:28:38Z | |
| dc.date.available | 2025-08-07T10:28:38Z | |
| dc.date.issued | 2019 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/168099 | |
| dc.description.abstract | Nanoteknologi dapat didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan dan teknologi mengenai proses, manipulasi, manufaktur dan atau aplikasi suatu bahan/struktur yang salah satu atau lebih dimensinya berukuran 1 per 1.000.000.000 meter. Sejumlah studi menyebutkan bahwa nanoteknologi diprediksi akan mendorong gelombang ketiga difusi penelitian, pengembangan dan kemajuan di sektor pertanian dan pangan, sebagai bagian yang tak terpisahkan dari revolusi nanoteknologi di berbagai bidang (Chaudhry dan Castle 2011, Chaudhry et al. 2008, Rochman 2011, Rochman dan Mardliyati 2010). Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh nanotechnology knowledge, trust, dan media komunikasi terhadap persepsi risiko dan willingness to buy pangan nanoteknologi, Pengambilan data menggunakan media kuesioner online dengan responden sebanyak 302 orang yang dikumpulkan dengan metode purposive sampling dan metode structural equation modeling (SEM) untuk menganalisa data. Berdasarkan hasil penelitian dengan tiga variabel yaitu nanotechnology knowledge, trust, dan media komunikasi, diketahui bahwa variabel media komunikasi dan trust memberikan hasil pengaruh secara signifikan terhadap persepsi risiko. Sementara itu, nanotechnology knowledge tidak berpengaruh secara signifikan terhadap persepsi risiko. Lebih lanjut, hasil menunjukkan bahwa persepsi risiko berpengaruh secara signifikan terhadap willingness to buy pangan nanoteknologi. Nanotechnology knowledge tidak berpengaruh secara signifikan terhadap persepsi risko disebabkan saat ini masyrakat secara global dan khususnya Indonesia belum familiar dengan istilah nanoteknologi. Dalam keadaan seseorang tidak memiliki pengetahuan yang cukup, mereka menggunakan faktor lain seperti trust dalam memutuskan risiko dan manfaat dari aplikasi nanoteknologi. Trust berpengaruh secara signifikan terhadap persepsi risiko disebabkan fungsi trust adalah mengurangi keadaan kompleks yang dialami oleh seseorang. Seseorang memutuskan risiko atau manfaat aplikasi nanoteknologi tidak hanya berdasarkan knowledge tetapi berdasarkan trust kepada pihak lain yang dianggap lebih expert atau lebih akurat (pemerintah/peneliti/lembanga/pelaku usaha). Media komunikasi berpengaruh secara signifikan terhadap persepsi risiko disebabkan penggunaan media massa dan komunikasi interpersonal menjadi faktor potensial yang mempengaruhi persepsi publik tentang risiko dan manfaat dari suatu teknologi baru, khususnya nanoteknologi. Dibandingkan pengetahuan yang didapat melalui textbook, nampak penggunaan media komunikasi mampu menstimulasi publik untuk mendapatkan pengetahuan tentang teknologi baru, yang pada akhirnya mampu memutuskan risiko dan manfaat khususnya nanoteknologi. Persepsi risiko yang saat ini menjadi faktor utama bagi responden adalah physical risk dimana responden menganggap bahwa aplikasi nanoteknologi pada makanan masih memiliki kemungkinan untuk berdampak pada kesehatan. Persepsi risiko berpengaruh secara signifikan terhadap willingness to buy pangan nanoteknologi. Jika dikelompokkan berdasarkan jenis, maka urutan willingness to buy terbesar hingga terkecil adalah pangan fungsional dengan manfaat kesehatan, kemasan pangan, dan bahan tambahan pangan untuk memperbaiki kualitas produk. Pangan fungsional dipilih responden dengan alasan adanya tambahan manfaat akan kesehatan. Kemasan pangan dengan aplikasi nanoteknologi dinilai lebih tidak berisiko dikarenakan tidak kontak secara langsung dengan produk dan tidak dicerna di dalam tubuh. Sedangkan bahan tambahan pangan untuk memperbaiki kualitas produk menjadi urutan terendah dikarenakan responden merasa tidak mendapatkan manfaat apapun dari aplikasi tersebut. | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.subject.ddc | Manajemen Pemasaran | id |
| dc.title | Analisis Persepsi Risiko dan Kemauan Untuk Membeli (Willingness To Buy) Pangan Nanoteknologi | id |
| dc.subject.keyword | Media Komunikasi | id |
| dc.subject.keyword | Nanotechnology Knowledge | id |
| dc.subject.keyword | Persepsi Risiko | id |
| dc.subject.keyword | Trust | id |
| dc.subject.keyword | Willingness To Buy | id |
| Appears in Collections: | MT - Business | |
Files in This Item:
| File | Size | Format | |
|---|---|---|---|
| K19CFI.pdf Restricted Access | 2.19 MB | Adobe PDF | View/Open |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.