Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/168098
Title: Implikasi Kebijakan Impor Daging Kerbau Terhadap Pemasaran Daging Sapi Di Indonesia (Studi Kasus Kota Bogor)
Authors: Nurrochmat, Dodik Ridho
Bakhtiar, Toni
Caroline, Andrea Gloria Ivana
Issue Date: 2019
Publisher: IPB University
Abstract: Kebutuhan manusia terhadap makanan merupakan salah satu kebutuhan yang menurut Abraham Maslow adalah tingkatan pertama dalam lima tingkat kebutuhan yang berusaha untuk dipenuhi oleh manusia. Hal ini juga didukung oleh data Susenas (Survei Sosial Ekonomi Nasional) tahun 2017 yang menunjukkan bahwa persentase pengeluaran rata-rata per kapita dalam sebulan untuk makanan adalah 48.68%. Angka ini menunjukkan bahwa makanan merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi manusia, dan daging merupakan sumber utama protein hewani yang dibutuhkan oleh manusia. Permintaan terhadap produk-produk untuk pemenuhan gizi seperti produk daging sapi semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan peningkatan taraf hidup masyarakat Indonesia. Akan tetapi permintaan akan daging sapi di pasar tidak dapat terpenuhi dikarenakan produksi daging sapi yang tidak mencapai angka permintaan yang cukup tinggi. Hal ini mengakibatkan daging sapi yang beredar di pasar menjadi sangat langka dan harga daging sapi menjadi sangat tinggi. Oleh karena itu pemerintah mencari solusi untuk memenuhi kebutuhan daging dengan cara membuka keran impor daging kerbau dari India. Daging kerbau impor dari India ini diharapkan dapat menjadi pilihan alternatif dari daging sapi. Selain harganya yang jauh lebih terjangkau, daging kerbau juga baik untuk kesehatan. Kota Bogor merupakan salah satu kota yang mendapatkan saluran daging kerbau impor ini. Responden dalam penelitian ini berjumlah 150 orang yang merupakan penduduk dari Kota Bogor dan bukan vegetarian. Keberhasilan dari kebijakan ini akan terlihat dari kesediaan membeli daging kerbau yang terbentuk dari beberapa faktor. Metode analisis dalam penelitian ini dilakukan dengan structural equation modelling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesediaan membeli dibentuk dari beberapa aspek yaitu, persepsi terhadap kualitas, keamanan dan kesehatan, kehalalalan, harga, dan informasi. Aspek informasi memiliki pengaruh yang paling signifikan terhadap kesediaan membeli. Hal ini menunjukkan bahwa informasi terkait produk daging kerbau impor sangatlah penting dalam menentukan keberhasilan kebijakan ini. Pemerintah perlu lebih aktif dalam memberikan pengenalan terhadap kebijakan dan produk baru yang pemerintah keluarkan, sehingga keinginan masyarakat untuk mendukung kebijakan pemerintah semakin meningkat.
URI: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/168098
Appears in Collections:MT - Business

Files in This Item:
File SizeFormat 
K19AGICE.pdf
  Restricted Access
1.82 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.