Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/168083
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorNovianti, Tanti
dc.contributor.advisorHardiyanto, Arief Tri
dc.contributor.authorFebrianty, Risty Kartika
dc.date.accessioned2025-08-07T10:27:19Z
dc.date.available2025-08-07T10:27:19Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/168083
dc.description.abstractTerjadi perubahan teknologi pada industri telekomunikasi yang menyebabkan pergeseran tren penggunaan layanan seluler yang semula dari voice dan SMS menjadi layanan data. Meningkatnya pertumbuhan layanan data memerlukan pita frekuensi yang lebih lebar dan sesuai dengan teknologi yang berkembang. Dengan demikian, operator telekomunikasi perlu melakukan investasi agar dapat terus eksis di bisnis telekomunikasi. Investasi tersebut diantaranya untuk pengembangan infrastrukur layanan dalam rangka meningkatkan kualitas, mengakuisisi pelanggan ataupun ekspansi bisnis.Untuk keperluan investasi dan operasional, dana perusahaan berasal dari dua sumber dana yaitu sumber dana internal dan sumber dana eksternal. Dengan adanya dua sumber tersebut, maka perusahaan perlu menentukan struktur modalnya. Dalam manajemen keuangan proporsi antara jumlah dana dari dalam dan luar perusahaan dikenal dengan struktur modal. Struktur modal merupakan rasio utang dengan ekuitas. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis perbedaan struktur modal antar perusahaan secara individu maupun berdasarkan struktur kepemilikannya, (2) menganalisis karakteristik perusahaan terhadap struktur modal baik secara agregat maupun berdasarkan struktur kepemilikan, (3) untuk menganalisis kecepatan penyesuaian yang dilakukan oleh perusahaan dalam menyesuaikan target struktur modal. Penelitian dilakukan pada perusahaan telekomunikasi di Indonesia yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode tahun 2011-2017. Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan uji parametrik dan non parametrik. Uji non parametrik untuk menguji perbedaan atau keragaman struktur modal antar perusahaan dalam industri telekomunikasi. Sementara uji parametrik digunkan untuk menguji hubungan karakteristik perusahaan dengan struktur modal dan kecepatan penyesuaian perusahaan terhadap target struktur modal. Uji parametrik menggunakan partial adjustment model. Partial adjustment model adalah salah satu model dari ekonometrika dinamis dengan memperhitungkan unsur lag. Hasil menunjukan bahwa terdapat perbedaan rerata struktur modal antar masing-masing perusahaan. Hasil analisis data panel dinamis menunjukan bahwa variabel yang berpengaruh signifikan terhadap perusahaan telekomunikasi berbedabeda antar perusahaan. Namun secara garis besar diperoleh hasil bahwa profitability, age, size, risk dan growth mempengaruhi struktur modal. TIga dari empat perusahaan yang dijadikan objek penelitian melakukan kecepatan peyesuaian target struktur modal. Perusahaan tersebut adalah ISAT, EXCL dan FREN. Sementara TLKM berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa tidak melakukan penyesuaian target struktur modal. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa adalah ISAT, EXCL dan FREN menganut prinsip TOT, sementara TLKM cenderung menggunakan prinsip POT. Tingkat kecepatan penyesuaian target struktur modal juga bervariasi antar perusahaan.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Keuanganid
dc.titleAnalisis Struktur Modal Perusahaan Telekomunikasi Di Indonesia Yang Terdaftar Pada Bursa Efek Indonesia (Bei)id
dc.subject.keywordKepemilikanid
dc.subject.keywordPartial Adjustmen Modelid
dc.subject.keywordStruktur Modalid
dc.subject.keywordTelekomunikasiid
Appears in Collections:MT - Business

Files in This Item:
File SizeFormat 
K19RKFY.pdf
  Restricted Access
13.37 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.