Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/168077
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorIrawan, Tony
dc.contributor.advisorMaulana, Tb. Nur Ahmad
dc.contributor.authorMaulana, Mohamad Iqbal
dc.date.accessioned2025-08-07T10:26:50Z
dc.date.available2025-08-07T10:26:50Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/168077
dc.description.abstractBagi investor, berinvestasi saham di Bursa Efek Indonesia penuh dengan ketidakpastian. Ketidakpastian tersebut diindikasikan dengan adanya fluktuasi harga saham. Terkait dengan hal tersebut, maka salah satu usaha yang dapat dilakukan oleh para investor untuk dapat memaksimalkan keuntungan dari investasi sahamnya adalah dengan mempertimbangkan tingkat risiko dari investasinya sebagai dasar pembuatan keputusan investasi. Risiko yang dihadapi oleh investor dalam investasi saham dibagi menjadi dua jenis risiko, yaitu risiko sistematis dan risiko tidak sistematis. Risiko tidak sistematis dapat dikendalikan oleh investor dengan melakukan diversifikasi portofolio. Sehingga ketika mengevaluasi risiko investasi saham, investor akan cenderung memperhatikan risiko sistematis yang tidak dapat dikendalikan atau dihilangkan melalui diversifikasi portofolio. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Degree of Economic Leverage (DEL), Degree of Operating Leverage (DOL), dan Degree of Financial Leverage (DFL) pada sektor properti dan sektor pertanian di Indonesia. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan data sekunder, yaitu common stock return mingguan dan market return mingguan yang diterbitkan oleh Bursa Efek Indonesia, untuk menentukan nilai beta saham. Selanjutnya, penjualan, EBIT, EAT, dan inflasi tahunan digunakan untuk menghitung nilai DEL, DOL, dan DFL. Perusahaan yang dijadikan sampel penelitian adalah perusahaan yang menerbitkan laporan keuangannya selama periode 2012-2016, perusahaan memiliki nilai beta yang positif dan tidak lebih besar dari 3, dan perusahaan memiliki nilai EBIT dan EAT yang positif. Berdasarkan kriteria-kriteria tersebut diperoleh sebanyak 25 perusahaan, 20 perusahaan sektor properti dan 5 perusahaan sektor pertanian. Berdasarkan hasil penelitian pada sektor properti hanya variabel DEL dan DFL saja yang memiliki pengaruh positif signifikan terhadap risiko sistematis saham, sedangkan variabel DOL tidak berpengaruh terhadap risiko sistematis. Pada sektor pertanian hanya variabel DEL dan DOL saja yang memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap risiko sistematis saham, sedangkan variabel DFL tidak berpengaruh terhadap risiko sistematis. Perubahan yang terjadi pada variabel DEL dan DFL pada sektor properti bilamana terdapat kenaikan maka akan menaikan risiko sistematis. Perubahan yang terjadi pada variabel DEL dan DOL pada sektor pertanian bilamana terdapat kenaikan maka akan menurunkan risiko sistematis.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Keuanganid
dc.titleAnalisis Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Risiko Sistematis Saham Sektor Properti dan Pertanian Di Indonesia Periode 2012-2016id
dc.subject.keywordEconomic Leverageid
dc.subject.keywordFinancial Leverageid
dc.subject.keywordOperating Leverageid
dc.subject.keywordPertanianid
dc.subject.keywordPropertiid
dc.subject.keywordRisiko Sistematisid
dc.subject.keywordDegree Of Economic Leverage (Del)id
dc.subject.keywordDegree Of Operating Leverage (Dol)id
Appears in Collections:MT - Business

Files in This Item:
File SizeFormat 
K19MIMA.pdf
  Restricted Access
1.34 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.