Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167763| Title: | Analisis Strategi Peningkatan Rantai Nilai Ikan Lele (Clarias Sp.) Di Kabupaten Bogor |
| Authors: | Satria, Arif Mulyati, Heti Bulkini, Asep |
| Issue Date: | 2017 |
| Publisher: | IPB University |
| Abstract: | Ikan lele (Clarias sp.) merupakan salah satu komoditas unggulan perikanan budidaya di Indonesia. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan peningkatan produksi ikan lele hingga 1.8 juta ton pada tahun 2019 sesuai dengan Rencana Strategis (Renstra) Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya 2015-2019. Kabupaten Bogor merupakan salah satu lokasi kawasan minapolitan yang ditetapkan oleh KKP. Salah satu komoditasnya adalah ikan lele. Tetapi, pembudidaya lele yang menjadi aktor utama memiliki daya tawar rendah dibanding aktor lainnya dalam keseluruhan rantai nilai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem rantai nilai dan nilai tambah ikan lele di Kabupaten Bogor; menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancamannya, serta menganalisis strategi untuk meningkatkan rantai nilai ikan lele khususnya di Kabupaten Bogor. Penelitian menggunakan metode Hayami untuk menghitung nilai tambah, analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) untuk mengidentifikasi kondisi internal dan eksternal rantai nilai dan merumuskan strategi peningkatan rantai nilai, serta metode Proses Hirarki Analitik (PHA) untuk memprioritaskan strategi SWOT. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang diisi oleh responden aktor rantai nilai dan responden ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rantai nilai ikan lele di Kabupaten Bogor memiliki 4 (aktor) utama, yaitu pembudidaya pembesaran, pengumpul, pengecer, dan pengolah. Rata-rata nilai tambah untuk setiap aktor antara lain, pembudidaya sebesar Rp. 2 700/kg, pengumpul Rp. 3 000/kg, pengecer Rp. 2 700/kg, dan pengolah Rp. 35 000/kg. Hasil identifkasi SWOT menunjukkan bahwa kekuatan pada rantai nilai antara lain setiap aktor berpengalaman, lokasi sebagai kawasan minapolitan, budidaya lele mudah, dan daya tawar tinggi di pengumpul. Kelemahannya antara lain modal dan akses permodalan terbatas, daya tawar rendah khususnya pembudidaya, teknologi budidaya konvensional, kualitas benih tidak stabil, dan kapasitas terbatas di pengumpul dan pengecer. Peluangnya adalah lele sebagai komoditas unggulan dan permintaannya tinggi. Sedangkan ancamannya antara lain harga pakan mahal, kualitas pakan tidak stabil, cuaca, penurunan kualitas air, konsistensi pasokan, bencana, dan persaingan sesama aktor. Prioritas strategi untuk meningkatkan kualitas rantai nilai ikan lele di Kabupaten Bogor yaitu 1) pengembangan benih berkualitas (0.363), 2) peningkatan kerjasama antar aktor di dalam rantai nilai (0.221), 3) budidaya ramah lingkungan (0.143), 4) peningkatan skala produksi dengan (0.099), 5) pembuatan pakan mandiri (0.092), 6) dan pembuatan diversifikasi olahan lele (0.083). |
| URI: | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167763 |
| Appears in Collections: | MT - Business |
Files in This Item:
| File | Size | Format | |
|---|---|---|---|
| E53ASB.pdf Restricted Access | 2.41 MB | Adobe PDF | View/Open |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.