Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167725Full metadata record
| DC Field | Value | Language |
|---|---|---|
| dc.contributor.advisor | Nurmalina, Rita | |
| dc.contributor.advisor | Rifin, Amzul | |
| dc.contributor.author | Rachmi, Dini Maulida | |
| dc.date.accessioned | 2025-08-07T10:02:18Z | |
| dc.date.available | 2025-08-07T10:02:18Z | |
| dc.date.issued | 2017 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167725 | |
| dc.description.abstract | Indonesia dihadapkan pada persaingan global, menuntut untuk memperkuat industri dalam negeri agar mampu bertahan dan terus tumbuh. Persaingan dengan produk impor perlu diperhatikan agar produk lokal Indonesia dapat tetap bersaing baik di pasar domestik maupun internasional. Sub sektor hortikultura khususnya komoditas buah belum maksimal dikembangkan, sehingga untuk memenuhi kebutuhan konsumsi domestik pemerintah membuka impor buah. Namun dari tahun ke tahun impor buah semakin meningkat sehingga berdampak buruk terhadap neraca perdagangan Indonesia. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya peningkatan daya saing agar eksistensi buah unggulan domestik dapat terjaga atau bahkan dapat meningkatkan promosi ekspor ke negara lain. Salah satu buah yang saat ini di prioritaskan untuk dikembangkan adalah jeruk. Produksi jeruk nasional cenderung mengalami penurunan mengindikasikan bahwa Indonesia belum mampu mempertahankan tingkat produksi jeruk nasional. Ketersediaan jeruk yang musiman memberikan peluang bagi masuknya produk jeruk impor sebagai substitusi jeruk lokal. Ketersediaan jeruk impor yang melimpah di pasar eceran mengindikasikan semakin tidak berdayanya jeruk lokal menghadapi jeruk impor di pasar jeruk Indonesia sebagai pangsa pasar utama. Saat ini, jeruk impor didominasi oleh jeruk dari Cina yang mencapai 72.27%. Negara asal impor produk Jeruk Indonesia lainnya dari Pakistan (16.44%), Argentina (6.23%), dan Australia (4.58%). Di era perdagangan bebas, persaingan antara jeruk lokal segar dengan jeruk impor segar akan semakin intensif untuk memperebutkan pangsa pasar konsumen jeruk segar yang cukup tinggi di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis persaingan anatar jeruk lokal dan jeruk impor melalui pendekatan total pengeluaran Indonesia untuk jeruk. Metode analisis yang digunakan adalah Almost Ideal Demand System (AIDS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jeruk lokal Indonesia bersaing dengan jeruk impor dari Cina, ditunjukkan dengan nilai elastisitas silang positif (substitusi) atau kedua komoditas itu saling menggantikan. Sedangkan hubungan komplementer ditunjukkan pada elastisitas silang anatara jeruk lokal Indonesia dengan jeruk impor dari Pakistan. Hal ini disebabkan oleh adanya pengaruh musim panen dan musim paceklik yang sama anatara produksi jeruk lokal di Indonesia dan jeruk impor di Pakistan. Indonesia perlu meningkatkan jumlah pengeluaran total untuk jeruk dengan meningkatkan konsumsi jeruk per kapita masyarakat Indonesia, dengan itu pangsa pasar jeruk Indonesia akan meningkat lebih tinggi dibandingkan pangsa pasar jeruk Cina dan Pakistan karena nilai elastisitas pengeluaran untuk produksi jeruk lokal Indonesia lebih tinggi dibandingkan dengan kedua negara lainnya. | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.subject.ddc | Manajemen Produksi Dan Operasi | id |
| dc.title | Analisis Persaingan Jeruk Impor dan Jeruk Lokal | id |
| dc.subject.keyword | Almost Ideal Demand System(Aids) | id |
| dc.subject.keyword | Impor | id |
| dc.subject.keyword | Jeruk | id |
| dc.subject.keyword | Persaingan | id |
| dc.subject.keyword | Produksi | id |
| Appears in Collections: | MT - Business | |
Files in This Item:
| File | Size | Format | |
|---|---|---|---|
| R54DMR.pdf Restricted Access | 2.17 MB | Adobe PDF | View/Open |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.