Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/164366
Title: Analisis Pengeluaran dan Pola Konsumsi Pangan serta Hubungannya dengan Status Gizi Kelompok Usia Remaja
Authors: Sukandar, Dadang
Heryatno, Yayat
Kusumawinahyu, Putri
Issue Date: 2011
Publisher: IPB University
Abstract: Dalam rangka menjaga eksistensi bangsa, Indonesia harus mempersiapkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki mental yang kuat dan kesehatan yang prima, handall, dan berkarakter. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi proses pembentukkan SDM, seperti masalah gizi, pendidikan, kesehatan, informasi, dan teknologi. Siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) adalah kelompok individu yang berada pada usia remaja. Dengan kata lain, kualitas SDM pada masa yang akan datang salah satunya dipengaruhi oleh kualitas siswa SLTA pada masa kini. Salah satu upaya yang perlu dipersiapkan adalah mengoptimalkan status gizi remaja. Pemenuhan gizi yang relatif besar tersebut dapat dilakukan dengan mengkonsumsi pangan yang cukup dan memilih makanan yang tepat. Pola makan yang tepat tentunya penting untuk diterapkan oleh siswa SLTA. Selain itu, pengendalian pengeluaran pangan perlu dilakukan guna menghindari pengeluaran yang berlebihan namun tidak memberikan kontribusi gizi yang cukup berarti. Terlebih lagi bagi siswa SLTA yang tidak lagi tinggal bersama orang tua. Mereka akan memilih makanan yang akan dikonsumsinya sendiri dengan uang yang telah diberikan oleh orang tuanya. Jika tidak memiliki pengetahuan yang cukup akan pentinganya pemenuhan gizi yang baik secara kuantitas dan kualitas bukan tidak mungkin kebutuhan gizi mereka tidak terpenuhi. Oleh karena itu, analisis pengeluaran dan pola konsumsi pangan ini dilakukan. Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengeluaran dan pola konsumsi pangan serta hubungannya dengan status gizi pada kelompok usia remaja pada siswa SMA Negeri 2 Brebes. Penelitian ini menggunakan desain survai yang dilakukan di SMA Negeri 2 Brebes, Jawa Tengah. Lokasi penelitian dipilih secara purposive dengan pertimbangan siswa SLTA merupakan individu yang berada pada kelompok usia remaja, kemudahan akses pengambilan data, dan jumlah siswa yang tinggal di tempat kos cukup banyak. Pengumpulan data penelitian dilaksanakan selama bulan Maret 2011 sedangkan pengolahan data dilakukan pada bulan Juni sampai dengan Juli 2011. Penarikan ukuran contoh ditentukan dengan menggunakan cara Simple Random Sampling, diperoleh 77 remaja sebagai contoh. Kemudian dengan cara Stratified Random Sampling dengan alokasi proporsional berdasarkan tempat tinggal remaja, terpilihlah 66 remaja yang tinggal bersama keluarga dan 11 remaja yang tinggal di tempat kos. Data yang diperoleh dari kuesioner dan wawancara diolah dan dianalisis secara statistik deskriptif. Pengolahan menggunakan program Microsoft Excell 2007 dan Statistical Program For Social Science (SPSS) for Windows Version 16. SMAN 2 Brebes berlokasi di Jalan Ahmad Yani nomor 77 Brebes, Jawa Tengah. SMAN 2 Brebes memiliki sarana dan prasarana yang cukup memadai untuk menunjang seluruh kegiatan intrakulikuler dan ekstrakulikuler. SMAN 2 Brebes menggunakan kurikulum KTSP. Jumlah seluruh siswa di sekolah ini mencapai 1114 siswa. SMA Negeri 2 Brebes juga menyediakan program ekstrakulikuler bagi para siswa untuk mengembangkan minat dan bakat. Jenis ekstrakulikuler yang diajarkan di sekolah ini, antara lain: Pramuka, PMR, English Club, KIR (Karya Ilmiah Remaja), Paskibra, Rohis, basket, sepak bola, voli, gulat, dan kesenian (band). Terdapat lima buah kantin di sekolah ini yang menjual makanan jajanan dan makanan lengkap, seperti nasi, lauk pauk, dan sayur sehingga remaja SMA Negeri 2 Brebes dapat membeli makanan di sekolah untuk sarapan ataupun makan siang. Sedangkan koperasi siswa menjual alat tulis kantor (ATK) dan hanya menjual makanan jajanan saja. Sebanyak 69% remaja berumur ≤16 tahun, selebihnya berumur 17 dan 18 tahun. Sebagian besar remaja berumur 16 tahun dikarenakan remaja merupakan remaja yang tengah duduk di kelas XI SLTA. Sebagian besar remaja (56%) berjenis kelamin perempuan. Sebanyak 71% remaja merniliki uang saku untuk keperluan makanan sebesar 30-180 ribu rupiah. Daerah asal remaja dikelompokkan menjadi dua, yaitu Kecamatan Brebes dan luar Kecamatan Brebes. Seluruh remaja yang tinggal di tempat kos berasal dari luar Kecamatan Brebes (100%). IPB Sebagian besar keluarga remaja (60%) tergolong ke dalam keluarga sedang, yaitu keluarga dengan jumlah anggota 5-7 orang. Rata-rata pendapatan keluarga (total pendapatan ayah, ibu, dan anggota keluarga lain) remaja yang tinggal bersama keluarga lebih tinggi daripada remaja yang tinggal di tempat kos, yaitu sebesar Rp3 971 212.00. Sebagian besar remaja memerlukan biaya sebesar 300-700 ribu rupiah per bulan untuk memenuhi kebutuhan pangannya. Berdasarkan uji beda, diketahui terdapat perbedaan antara pengeluaran pangan antara dua kelompok remaja (p < 0.01) Rata-rata skor kebiasaan makan remaja yang tinggal di tempat kos lebih rendah daripada remaja yang tinggal bersama keluarga. Terdapat perbedaan rata-rata frekuensi pangan per bulan yang nyata diantara kedua kelompok remaja pada kelompok pangan nabati, pangan hewani, dan susu beserta olahannya. Sedangkan rata-rata konsumsi pengen per hari, perbedaan terdapat pada kelompok pangan hewani dan susu beserta olahannya. Jumlah remaja yang tinggal di tempat kos yang memiliki Tingkat Kecukupan Energi (TKE) dan Tingkat Kecukupan Protein (TKP) normal lebih banyak daripada remaja yang tinggal bersama keluarga. Berdasarkan uji beda tidak terdapat perbedaan tingkat kecukupan energi dan protein, serta status gizi antara remaja yang tinggal di tempat kos dengan remaja yang tinggal bersama keluarga (p > 0.05) Sebagian besar remaja berstatus gizi normal. Hasil korelasi Spearman menunjukkan bahwa tidak ada keterkaitan antara pengeluaran pangan dengan umur ( r = 0.179 ; p = 0, 120 ) jenis kelamin (r=-0.101; p = 0.382 ), dan tempat tinggal remaja ( r = 0.116 ; p = 0.317 ) Besar kecilnya pengeluaran pangan hanya berkaitan dengan uang untuk keperluan makanan ( r = 0.861 ; p = 0 ) besar keluarga ( r = 0.23 ; p = 0.05 ), serta pendapatan keluarga ( r = 0.226 ; P_{n} = 0.048 ) Selain itu, korelasi Spearman menunjukkan tidak ada keterkaitan antara pengeluaran pangan dengan TKE (r=0.000; p = 0.997 ) TKP ( r = 0.007 ; p = 0.954 ) dan skor kebiasaan makan (r = 0.181) p = 0.115 rangle Hasil analisis speaman menunjukkan adanya hubungan antara TKE dengan status gizi remaja pada taraf 5% ( r = 0.238 ; p = 0.038% Namun, TKP dan skor kebiasaan makan tidak berhubungan dengan gizi rernaja. Analisis regresi linier berganda dilakukan untuk mengetahui variabel yang paling berpengaruh terhadap status gizi remaja. Faktor-faktor yang diduga berpengaruh terhadap status gizi adalah Tingkat Kecukupan Gizi (TKE an TKP), dan skor kebiasaan makan. Berdasarkan hasil uji regresi linear berganda diketahui bahwa faktor yang mempengaruhi status gizi adalah TKE, dengan nilai p = 0.008
URI: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/164366
Appears in Collections:UT - Nutrition Science

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
I11pku.pdf
  Restricted Access
Fulltext26.37 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.