Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/162313
Title: Analisis Strategi Kemitraan Di Perusahaan Jasa Konsultasi Teknologi Informasi (Studi Kasus Pt Indotech)
Authors: Suroso, Arif Imam
Seminar, Kudang Boro
Umariah, Sari
Issue Date: 2011
Publisher: IPB University
Abstract: Suatu perusahaan penyedia teknologi informasi dituntut untuk memiliki strategi dalam berdaya saing. Salah satu strategi yang dapat dilakukan oleh perusahaan yaitu dengan kemitraan. Kemitraan yang dihasilkan merupakan suatu proses yang dibutuhkan bersama oleh pihak yang bermitra baik penyedia layanan jasa maupun penyedia perangkat keras dan lunak dengan tujuan untuk memperoleh nilai tambah. Namun tanpa dipungkiri juga bahwa kemitraan sering mengalami kendala seperti dengan adanya ketidaksepahaman serta memilih untuk keuntungan sendiri kerap sekali terjadi dalam proses kemitraan di suatu perusahaan. Oleh sebab itu diperlukannya suatu strategi dalam pengembangan kemitraan yang lebih efektif guna untuk menciptakan suatu visi, misi serta tujuan yang berkesinambungan antara perusahaan dengan mitra perusahaan. Perusahaan jasa konsultan TI (PT Indotech) adalah sebuah perusahaan yang bergerak dibidang TI (Teknologi Informasi) yang didirikan pada tahun 2002 dan saat ini merupakan salah satu perusahaan Teknologi Informasi terkemuka di Indonesia. Target perusahaan yang akan dicapai tentunya harus didukung dengan adanya suatu strategi yang tepat agar perusahaan dapat mengalami peningkatan kualitas usahanya. Upaya pengembangan strategi kemitraan perusahaan didahului oleh kajian yang dilakukan terhadap karakteristik organisasi secara komprehensif dan sistemik. Selain itu perlu diketahui kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dari bisnis yang dilakukan selama ini. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam mengimplementasikan langkah-langkah strategis kemitraan yang telah dilakukan oleh perusahaan di masa yang akan datang. Penelitian ini dilakukan di perusahaan jasa konsultan TI, Jakarta. Waktu penelitian dilaksanakan bulan Maret April 2011. Penelitian ini menggunakan studi kasus dalam bentuk deskriptif dengan mempelajari masalah kemitraan yang terjadi PT Indotech. Data dan informasi dikumpulkan melalui 45 orang responden dengan menggunakan teknik purposive sampling or judgement sampling (secara disengaja) dengan pertimbangan bahwa responden yang dimaksud memiliki kapasitas, kemampuan dalam merumuskan kebijakan, dan strategi pola pengembangan kemitraan perusahaan. Jenis data dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder, baik yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif. Pada penelitian ini mengunakan beberapa analisis yakni (1) Analisis deskriptif, analisis internal, dan eksternal perusahaan, (2) Analisis SWOT dengan mencocokan hasil dari faktor-faktor internal dan eksternal menjadikan beberapa strategi kemitraan untuk perusahaan, serta (3) Analisis QSPM, untuk memilih tahapan strategi yang paling sesuai untuk diterapkan dalam perusahaan dari berbagai alternatif strategi yang telah dirumuskan dengan mempertimbangkan hasil wawancara langsung dan observasi lapangan. Berdasarkan hasil dari wawancara yang dilakukan oleh beberapa respon yang memiliki kapasitas, kemampuan dalam merumuskan kebijakan, dan strategi pola pengembangan kemitraan perusahaan maka didapatkan hasil analisis faktor-faktor lingkungan internal yang menjadi kekuatan perusahaan adalah kemampuan keuangan perusahaan, pelanggan bisnis perusahaan, pelatihan tenaga ahli, kualitas produk, dan kemudahan memperoleh perangkat keras dan lunak. Sedangkan untuk faktor lingkungan internal yang menjadi kelemahan PT Indotech adalah manajemen PT Indotech, ketepatan pelaksanaan di lapangan, kurangnya pendataan tentang kemitraaan, kurangnya SDM yang ahli, dan kurangnya koordinasi dalam pekerjaan. Adapun hasil analisis faktor eksternal perusahaan yang didapatkan yaitu peluang bagi PT Indotech adalah perusahaan ke mancanegara, tenaga profesional, jasa konsultan IT di pasaran relatif meningkat, memiliki pelanggan yang cukup kuat di pasaran, dan kebijakan pemerintah untuk membuat aplikasi. Faktor lingkungan eksternal yang menjadi ancaman adalah pesaing yang cukup kuat, pelaksanaan pekerjaan yang tidak terstruktur, kurangnya sumber daya manusia, kepentingan pelanggan, dan nilai tukar rupiah yang tidak stabil. Dari hasil analisis tersebut dilakukan analisis SWOT. Untuk analisis strategi yang dapat dilakukan oleh perusahaan berdasarkan faktor-faktor internal dan eksternal perusahaan dapat dilakukan strategi kemitraan perusahaan sebagai berikut yaitu: 1. Strategi SO (Strength-Opportunities) yaitu peningkatkan kualitas dan kuantitas tenaga ahli perusahaan. 2. Strategi WO (Weaknesses-Opportunities) yaitu membuat team pengembangan kemitraan agar bisa lebih efektif dan efisien. 3. Strategi ST (Strength-Threats) yaitu memperbaiki manajemen perusahaan dengan mitra perusahaan dalam proses kerjasama. 4. Strategi WT (Weaknesses-Threats) yaitu meningkatkan pengawasan dalam pekerjaan Adapun tahapan yang dapat dilakukan oleh perusahaan dalam menjalani strategi yang sudah didapatkan melalui analisis faktor internal dan eksternal dan membuat pencocokan dengan menggunakan analisis SWOT maka dilakukan analisis QSPM sehingga dihasilkan tahapan dalam implementasi oleh perusahaan yaitu sebagai berikut: 1. Membuat team pengembangan kemitraan agar bisa lebih efektif dan efisien. 2. Peningkatan kualitas dan kuantitas tenaga ahli perusahaan. 3. Memperbaiki manajemen perusahaan dengan mitra perusahaan dalam proses kerjasama. 4. Meningkatkan pengawasan dalam pengelolaan pekerjaan.
URI: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/162313
Appears in Collections:MT - Business

Files in This Item:
File SizeFormat 
E3211SIHM.pdf
  Restricted Access
6.04 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.