Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/161431
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorSugema, Iman
dc.contributor.authorNarasya, Kania
dc.date.accessioned2025-03-18T06:59:48Z
dc.date.available2025-03-18T06:59:48Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/161431
dc.description.abstractBeras merupakan kebutuhan pokok bagi mayoritas masyarakat Indonesia dan berperan penting dalam ketahanan pangan serta stabilitas ekonomi. Sektor pertanian khususnya industri pangan, menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan memengaruhi inflasi melalui fluktuasi harga beras. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan keterkaitan harga beras antar kabupaten/kota di Jawa Timur menggunakan metode spillover connectedness yang dikembangkan oleh Diebold dan Yilmaz (2012). Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa rata-rata return harga beras yang dikumpulkan setiap 5 hari dari tanggal 4 September 2017 hingga 8 November 2024. Model spillover Diebold-Yilmaz digunakan untuk mengukur kontribusi keterkaitan harga beras antar daerah yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kediri dan Madiun memiliki pengaruh terbesar dalam memengaruhi harga beras di daerah lain, sementara Kabupaten Banyuwangi lebih banyak dipengaruhi oleh faktor internalnya sendiri. Temuan ini mengindikasikan bahwa keterkaitan harga beras antar wilayah di Jawa Timur relatif rendah, dengan sebagian besar fluktuasi harga tetap didominasi oleh dinamika pasar lokal. Implikasi dari penelitian ini dapat digunakan oleh pembuat kebijakan dalam merancang strategi stabilisasi harga pangan untuk mengurangi gejolak harga beras dan meningkatkan ketahanan pangan regional.
dc.description.abstractRice is a staple food for the majority of the Indonesian population and plays a crucial role in food security and economic stability. The agricultural sector particularly the food industry, absorbs a large workforce and influences inflation through rice price fluctuations. This study aims to analyze the interconnection of rice prices across regencies in East Java using the spillover connectedness method developed by Diebold and Yilmaz (2012). The data used in this study are secondary data in the form of average rice price returns collected every 5 days from September 4, 2017, to November 8, 2024. Spillover Diebold-Yilmaz model was employed to measure the contribution of rice price connectivity among different regions. The results indicate that Kediri and Madiun have the most significant influence on rice price movements in other regions, while Banyuwangi is more influenced by its internal factors. These findings suggest that the interconnection of rice prices across East Java is relatively low, with most price fluctuations still dominated by local market dynamics. The implications of this research can be utilized by policymakers in designing price stabilization strategies to reduce rice price volatility and enhance regional food security.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleAnalisis Connectedness Rata-Rata Return Harga Beras di Jawa Timur: Pendekatan VAR dan Spillover Diebold-Yilmazid
dc.title.alternative
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordharga berasid
dc.subject.keywordJawa Timurid
dc.subject.keywordSpilloverid
dc.subject.keywordConnectedness Hargaid
dc.subject.keywordVARid
Appears in Collections:UT - Economics and Development Studies

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
cover_H1401211054_9d74c17a8c834d32a99b89c67e3b9bf3.pdfCover2.4 MBAdobe PDFView/Open
fulltext_H1401211054_544b1c580dcb4e8bab0db1052d5b7f1d.pdf
  Restricted Access
Fulltext2.03 MBAdobe PDFView/Open
lampiran_H1401211054_e9217802ad914a14ae571324b873c88b.pdf
  Restricted Access
Lampiran243.65 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.