Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/160899
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorAgusta, Herdhata-
dc.contributor.advisorBintoro, Mochamad Hasjim-
dc.contributor.authorSimangunsong, Yosua Pratama-
dc.date.accessioned2025-01-22T06:02:37Z-
dc.date.available2025-01-22T06:02:37Z-
dc.date.issued2025-
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/160899-
dc.description.abstractPeningkatan jumlah penduduk di Indonesia mendorong kebutuhan konsumsi pangan, termasuk buah nanas yang menghasilkan limbah dalam jumlah besar. Limbah buah nanas yang merupakan sumber senyawa lignoselulosa, dapat diolah menjadi bioherbisida yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi senyawa lignin dari lignoselulosa sebagai bioherbisida dan diharapkan dapat menemukan formulasi yang efektif untuk mengurangi penggunaan herbisida berbahan aktif Diuron di perkebunan nanas. Penelitian dimulai dengan pembuatan asap cair dengan proses pirolisis untuk memecah polimer lignin dari limbah lignoselulosa. Proses pirolisis dilakukan pada tiga perlakuan suhu, yaitu (200-250)0C, (250-300)0C dan (400-450)0C. Asap cair yang dihasilkan dianalisis dengan metode GC-MS untuk melihat kandungan senyawa fenolik. Suhu pirolisis (200-250)0C menghasilkan senyawa fenolik sebesar 18,48%, suhu pirolisis (250-300)0C menghasilkan senyawa fenolik sebesar 40,20% dan suhu pirolisis (400-450)0C menghasilkan senyawa fenolik 49,61%. Hasil produk suhu pirolisis (250-300)0C dan (400-450)0C dipilih untuk penelitian lebih lanjut. Percobaan efektivitas asap cair sebagai bioherbisida pada benih menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 faktor (konsentrasi produk uji). Perlakuan terhadap efikasi produk terdiri atas produk pirolisis (400-450)0C (5%, 10%), produk pirolisis (250-350)0C (5%, 10%), herbisida diuron (0,5 g/L), kombinasi herbisida dan 2 produk pirolisis terpilih dan kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asap cair (400-450)0C pada konsentrasi 10% dapat menekan perkecambahan benih. Hasil yang diperoleh sama dengan perlakuan herbisida diuron (0,5 g/L). Produk asap cair (400-450)0C (10%) digunakan sebagai uji efikasi lebih lanjut produk di lingkungan budidaya nanas untuk menilai efek degradasi herbisida diuron yang dikombinasikan dengan asap cair. Percobaan menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) dengan 6 taraf perlakuan, terdiri atas 100% herbisida, kombinasi 90% herbisida dan 10% asap cair, kombinasi 70% herbisida dan 10% asap cair, kombinasi 50% herbisida dan 10% asap cair, 10% asap cair dan kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi 70% herbisida dan 10% asap cair dapat menekan pertumbuhan gulma yang sama dengan perlakuan herbisida 100%. Hasil percobaan ini diharapkan dapat menjadi referensi dan rekomendasi dalam mengurangi penggunaan herbisida sintetis dalam dalam budidaya nanas.-
dc.description.sponsorshipPTM - BIMA - Kemenristekdikti PT. GGP - R&D - Proteksi Tanaman - Kolaborasi Penelitian-
dc.language.isoid-
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePotensi Pemanfaatan Asap Cair dari Limbah Nanas sebagai Bioherbisida Hasil Proses Pirolisisid
dc.title.alternativenull-
dc.typeTesis-
dc.subject.keywordfenolid
dc.subject.keywordbiji gulmaid
dc.subject.keyworddiuronid
dc.subject.keyworddominansi gulmaid
dc.subject.keywordpratumbuhid
Appears in Collections:MT - Agriculture

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
cover_A2502222048_8d103c1bebc1454b83f215dd3b548000.pdfCover778.75 kBAdobe PDFView/Open
fulltext_A2502222048_5bd10303d7014f18abb6993072b2b7ba.pdf
  Restricted Access
Fulltext1.23 MBAdobe PDFView/Open
lampiran_A2502222048_628529a0acf74034b7b96d0ad7936fe6.pdf
  Restricted Access
Lampiran277.93 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.