Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/159749
Title: Pengukuran Kinerja Menggunakan Balanced Scorecard Pada Pt. Xyz
Authors: Tanopruwito, Djoni
Sumarwan, Unjang
Sutji, Dwiani
Issue Date: 2004
Publisher: IPB University
Abstract: Bisnis jasa transportasi di Indonesia terus mengalami perkembangan dan peningkatan dari tahun ke tahun walaupun keadaan negara sedang mengalami krisis eknomi yang kompleks. Bisnis ini terus meningkat dengan meningkatnya jumlah penduduk dan mobilitasnya. Peningkatan jumlah dan mobilitas penduduk akan selalu meningkatkan kebutuhan akan alat transportasi yang melayani secara pribadi. PT.Zebra Nusantara Tbk adalah sebuah perusahaan taksi yang beroperasi di Surabaya. Untuk mengkaji perkembangan perusahaan, perlu dilakukan analisis terhadap kinerja perusahaan sehingga para manajer dapat membuat perencanaan-perencanaan jangka panjang untuk perkembangan usahanya. Dengan analisis kinerja yang baik, perkembangan suatu unit bisnis akan dapat diketahui. Pengukuran kinerja yang berorientasi pada masa depan tersebut, tidak hanya memfokuskan pada aspek finansial suatu unit bisnis, tetapi juga aspek-aspek lain yaitu non-finansial. Perpaduan antara kedua aspek tersebut diharapkan dapat meningkatkan kinerja perusahaan. Balanced Scorecard (Kartu Skor Berimbang) merupakan sistem manajemen yang dapat dipergunakan untuk menganalisis kinerja perusahaan, memantau perkembangan kinerja tersebut, serta menjalin strategi dengan program-program kerja perusahaan dalam rangka mencapai visi yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Pimpinan perusahaan dapat menggunakan Kartu Skor Berimbang untuk senantiasa meneliti berbagai aspek (perspektif) dalam perusahaan, yang dikelompokkan dalam prespektif Financial (Keuangan), Customer (Pelanggan), Internal Business Process (Proses Bisnis Internal), dan Learning and Growth (Belajar dan Berkembang). Perumusan masalah difokuskan pada bagaimana kinerja perusahaan secara menyeluruh dipandang dari empat perspektif Balanced Scorecard ?apa saja faktor yang menjadi perhatian utama bagi perusahaan dalam rangka meningkatkan kinerjanya ? Berdasarkan rumusan masalah maka tujuan penelitian ini adalah : mengidentifikasi faktor yang menjadi perhatian utama bagi perusahaan dalam rangka meningkatkan kinerjanya. mengukur kinerja perusahaan secara menyeluruh dipandang dari empat perspektif Balanced Scorecard. dan merekomendasikan sistem Balanced Scorecard untuk pengukuran kinerja PT.Zebra Nusantara Tbk. untuk memberikan gambaran kepada manajemen mengenai kinerja perusahaan selama ini serta menuntun manajemen dalam melakukan tindakan-tindakan strategis yang dapat meningkatkan kinerja perusahaannya. Data dan informasi yang dikumpulkan dalam penelitian ini diperoleh dengan beberapa cara yakni observasi, studi literatur, dan wawancara. Sesuai dengan data yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan studi literatur yang berupa data kualitatif dan kuantitatif, kemudian data-data tersebut dianalisis. Analisis yang dilakukan bersifat deskriptif dalam bentuk studi kasus untuk mengukur kinerja yang ada pada PT.Zebra Nusantara Tbk, yang meliputi analisis korelasi untuk melihat hubungan antar variabel yang diuji ,analisis kinerja keuangan serta analisis kinerja perusahaan berdasarkan kerangka balanced scorecard. Dari visi, misi dan tujuan yang telah ditetapkan oleh manajemen puncak PT. Zebra Nusantara Tbk, dijabarkan suatu tujuan dengan kerangka balanced scorecard yaitu untuk perspektif keuangan adalah RONA dan EVA, Untuk pengukuran diluar perspektif keuangan diukur dengan menggunakan metoda rentang kriteria dan metoda paired comparison. Rentang kriteria dengan skala 1 sampai 3 yaitu (tidak baik, baik dan baik) sedangkan metoda paired comparisen menggunakan para ahli yang bergerak dalam bidangnya. Para ahli tersebut adalah direktur dan komisaris PT.Zebra Nusantara Tbk, dan direktur perusahaan yang bergerak dalam bisnis yang sama. Untuk perspektif pelanggan yaitu meningkatkan kepuasan pelanggan, perspektif proses bisnis internal yaitu kapabilitas pegawai, kemampuan sistem informasi dan pemberdayaan pegawai dan untuk perspektif pembelajaran dan pertumbuhan yaitu inovasi dan operasi. Secara umum, kondisi keuangan perusahaan baik. Hal ini dapat diamati melalui kuesioner yang disebar melalui pegawai dan pelanggan yang dilaksanakan secara purposive sampling dan melalui kinerja keuangan perusahaan. Perkembangan usaha PT Zebra Nusantara terlihat dari adanya peningkatan laba usaha dari tahun 2001 ke 2002 sebesar 139% meskipun pendapatan yang diperoleh mengalami penurunan sebesar 0.07%. Penurunan pendapatan ini dimungkinkan terjadi karena pada tahun 2002 terjadi kenaikan harga jasa transportasi taksi. Kenaikan biaya tersebut mengakibatkan penurunan minat konsumen terhadap penggunaan jasa taksi. Peningkatan laba sebesar 139% terjadi karena taksi di PT Zebra Nusantara menggunakan bahan bakar gas (BBG) sehingga biaya bahan bakar tidak mengalami kenaikan sebagaimana bahan bakar minyak (BBM). Stabilnya harga BBG ini menyebabkan biaya operasional lebih murah dan meningkatkan keuntungan atau laba perusahaan. Perhitungan EVA perusahaan tahun 2002 menghasilkan nilai yang positif sebesar Rp.3.519.352.588,- dan telah melebihi target yang telah ditetapkan manajemen yaitu sebesar Rp. 3.228.684.423,- nilai ini menunjukkan bahwa perusahaan memiliki prestasi yang baik dalam penciptaan nilai kepada pemegang saham dengan kemampuannya menghasilkan laba diatas biaya modal. Nilai EVA ini adalah nilai tanpa penyesuaian terhadap apa yang dikenal sebagai distorsi akuntansi oleh penggagas EVA, seperti biaya penelitian dan pengembangan. Yang seyogyanya dapat ditambahkan ke dalam nilai EVA perusahaan. Tidak dilakukannya penyesuaian ini diakibatkan keterbatasan yang diakibatkan pengklasifikasian perkiraan dalam kebijakan akuntansi perusahaan. Namun demikian, dengan nilai yang dihasilkan ini sudah dapat ditarik kesimpulan bahwa perusahaan memiliki kemampuan yang baik dalam menciptakan nilai tambah ekonomis kepada pemegang saham. Hal ini dibuktikan dengan perhitungan yang menunjukkan Return on Net Assets (RONA) perusahaan sebagai pemicu nilai keuangan EVA dari 10.43% pada tahun 2001 menjadi 11.25% pada tahun 2002. Walaupun terjadi peningkatan RONA dari tahun 2001 namun belum mencapai target yang ditetapkan oleh manajemen yaitu 12%. Dalam mengukur kinerja pertumbuhan dan pembelajaran difokuskan pada kondisi dan keadaan para karyawan yang bekerja di PT Zebra Nusantara. Dalam hal ini terdapat tiga indikator yang berkaitan dengan kinerja pertumbuhan dan pembelajaran yaitu kapabilitas karyawan, kemampuan sistem informasi serta pemberdayaan pegawai. Indikator kapabilitas karyawan sendiri memiliki beberapa aspek yang meliputi kepuasan kerja, produktifitas kerja, kemampuan mempertahankan karyawan dan tingkat perputaran karyawan. Ketersediaan informasi dan kecepatan serta keakuratan informasi yang didapat merupakan bagian dari indikator kemampuan sistem informasi. Indikator pemberdayaan pegawai memiliki aspek sistem kompensasi, delegasi wewenang, dan pembelajaran.Dari keseluruhan yang menjawab negatif sebesar 5.87% sehingga dalam pencapaian target untuk kinerja kapabilitas pegawai belum melampaui target dimana batas target yang ditetapkan oleh perusahaan yaitu sebesar maksimal 5% untuk pegawai yang menjawab negatif. Sehingga perusahaan harus lebih memperhatikan hal ini agar kapabilitas karyawan lebih optimal. Dalam hubungannya dengan kebutuhan pegawai dalam melaksanakan pekerjaan, terlihat bahwa perusahaan perlu meningkatkan akurasi dan kecepatan sistem informasi.Sistem informasi perusahaan pada dasarnya sudah memiliki perangkat keras yang memadai dengan dukungan komputer, tetapi belum didukung oleh software, humanware dan orgaware yang memadai.Untuk meningkatkan kemampuan manajerial agar tercapai kinerja terbaik maka perusahaan harus menata dan meningkatkan sistem informasinya. Cara yang dapat dilakukan adalah membangun sistem informasi manajemen berbasis komputer, sehingga keseluruhan operasionalisasi fungsi manajemen perusahaan, yaitu fungsi perencanaan, pengorganisasian, operasionalisasi dan kontrol dapat terlaksana dengan baik. Responden sebagian besar memberikan penilaian positif terhadap sistem informasi perusahaan. Namun responden yang menjawab biasa saja cukup mendominasi aspek ini (45.3%) dan yang menjawab negatif sebesar 5.4% tidak mencapai target yang ditetapkan perusahaan (sebesar maksimal 5%) yang menjawab negatif.Dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan maka dapat ditarik kesimpulan kinerja PT.Zebra Nusantara dengan pendekatan Balanced Scorecard yang diukur dengan teknik rentang kriteria maupun dengan metode pembobotan paired comparison adalah Baik. Namun demikian perusahaan harus tetap melakukan perbaikan kinerjanya secara terus menerus. Hasil pengukuran untuk masing-masing perspektif adalah sebagai berikut : a) Kinerja Keuangan Baik; b) Kinerja Pertumbuhan dan Pembelajaran Baik; c) Kinerja Proses Bisnis Internal Baik; d) Kinerja Customer Baik. Faktor-faktor yang terutama harus diperhatikan perusahaan untuk meningkatkan kinerjanya adalah kinerja-kinerja yang memiliki nilai yang biasa dan tidak baik serta yang baik namun masih belum mencapai target yang ditetapkan oleh perusahaan..Sistem pengukuran kinerja dengan Balanced Scorecard dapat diterapkan dan lebih unggul dibandingkan dengan sistem pengukuran kinerja selama ini diterapkan perusahaan, yaitu sistem pengukuran kinerja yang lebih menekankan kepada ukuran keuangan. Dengan system pengukuran kinerja Balanced Scorecard maka kinerja perusahaan diketahui secara komprehensif dan perusahaan dapat mengetahui secara lebih jelas faktor-faktor kinerja yang harus ditingkatkan untuk mencapai kinerja yang optimal. Saran sebaiknya perusahaan berupaya meningkatkan kinerja pada seluruh perspektif Balanced Scorecard sesuai dengan perkembangan dan tuntutan lingkungan eksternal maupun internal perusahaan. Untuk meningkatkan kinerja yang tidak mencapai target maka perusahaan perlu memperhatikan Kinerja keuangan : perusahaan perlu memperhatikan penggunaan sumberdaya finansial secara seimbang untuk kepentingan jangka pendek maupun jangka panjang dan tidak terlalu menekankan pada laporan keuangan konvensional sebagai alat pengukur kinerja.Sebaiknya perusahaan mengadopsi pengukuran kinerja Balance Scorecard karena lebih unggul dibandingkan dengan pengukuran kinerja yang selama ini diterapkan perusahaan.Untuk meningkatkan kepuasan pelanggan, perusahaan perlu memperhatikan kejujuran pengemudi, keamanan selama perjalanan, penerimaan perusahaan terhadap keluhan pelanggan serta pengetahuan pengemudi berkaitan dengan tujuan pelanggan hendaknya ditingkatkan lagi melalui pelatihan yang diselenggarakan oleh perusahaan. Untuk meningkatkan kinerja Kemampuan sistem Informasi Perusahaan hendaknya ditingkatkan dengan cara membangun sistem informasi berbasis komputer. Untuk menggunakan sistem pengukuran Balance Scorecard ini sebaiknya perusahaan terlebih dahulu memformulasikan strateginya untuk mencapai visi dan tujuan perusahaan kemudian menerjemahkan strategi tersebut ke dalam ukuran-ukuran kinerja yang diiringi dengan penetapan target-target kinerja yang harus dicapai secara periodik.
URI: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/159749
Appears in Collections:MT - Business

Files in This Item:
File SizeFormat 
E1404DSI.pdf
  Restricted Access
3.14 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.