Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/159655| Title: | Rancang Bangun Sistem Informasi Karet Di Kabupaten Musi Banyuasin |
| Authors: | Daryanto, Arief Suroso, Arif Imam Putra, Tri Yulisman Eka |
| Issue Date: | 2003 |
| Publisher: | IPB University |
| Abstract: | Karet (Hevea brasiliensis Mull.Arg) merupakan salah satu komoditas ekspor yang mempunyai peranan penting baik sebagai penghasil devisa maupun sumber pendapatan petani. Di Indonesia luas areal tanaman karet saat ini tercatat 3.818.897 hektar dengan produksi 1.862.489 ton. Karet merupakan komoditas ekspor yang mampu memberikan kontribusi di dalam upaya peningkatan devisa Indonesia. Ekspor Karet Indonesia selama 10 tahun terakhir terus menunjukkan adanya peningkatan dari 1.077.331 ton pada tahun 1990 meningkat menjadi 1.214.030 ton pada tahun 2000. Di Kabupaten Musi Banyuasin, secara ekonomi, sosial dan lingkungan usaha budidaya tanaman karet telah cukup mampu mendukung kepentingan masyarakat dalam meningkatkan taraf hidup, perluasan lapangan kerja dan kesempatan berusaha, penyediaan bahan baku industri, memelihara keseimbangan sumber daya alam dan lingkungan. Dari data statistik tahun 2001, tercatat bahwa terdapat sekitar 210.059 ha perkebunan karet di Kabupaten Musi Banyuasin. Dari luas 210.059 ha tersebut sekitar 90 % atau 189.169 ha merupakan perkebunan karet rakyat Pembangunan perkebunan ke depan lebih ditekankan kepada upaya peningkatan produktivitas baik pada areal perkebunan yang sudah ada maupun pembukaan lahan baru dengan cara ekstensifikasi, pengembangan agroindustri dan agribisnis yang lebih diarahkan pada orientasi ekspor dalam bentuk hasil olahan. Disamping itu dilakukan dengan pendekatan “Kawasan Industri Masyarakat Perkebunan (KIMBUN)“ pada sentra-sentra produksi atau pengembangan yang berbasis pada agribisnis secara utuh dan berasaskan kebersamaan ekonomi antar pelaku agribisnis, agar usaha perkebunan dapat efisien, produktif dan berkelanjutan, sehingga pada akhirnya diharapkan mampu menghasilkan komoditas hasil perkebunan yang berdaya saing tinggi. Untuk memanfaatkan potensi pengembangan perkebunan di atas khususnya komoditas karet, salah satunya diperlukan dukungan suatu sistem informasi yang mampu menyediakan berbagai informasi tentang berbagai aspek mengenai komoditas karet yang dapat diakses dan dimanfaatkan oleh pengguna (end-user) secara lebih efisien dan efektif. Pengelolaan sumber daya perkebunan secara bertanggung jawab dapat dilakukan melalui penyediaan suatu sistem informasi. Informasi tersebut akan menjadi bahan dasar dalam usaha memperoleh gambaran tentang kondisi sumber daya yang terdapat di Kabupaten Musi Banyuasin secara kuantitatif dan kualitatif. Informasi sumber daya dalam bentuk kuantitatif sangat ditentukan oleh ada tidaknya data dasar seperti data mengenai luas areal kebun, produktivitas, ketersediaan industri pengolahan, potensi pemasaran hasil baik berupa bahan baku maupun barang jadi dan sebagainya. Keberhasilan pengembangan agribisnis perkebunan khususnya komoditas karet di Kabupaten Musi Banyuasin, disamping sangat ditentukan dan dipengaruhi oleh pengelolaan yang profesional dan kerjasama yang baik diantara berbagai pihak/instansi terkait yang berkompeten, juga ditentukan pula oleh ketersediaan dan penguasaan berbagai informasi yang menunjang pengambilan keputusan. Dinas Perkebunan Kabupaten Musi Banyuasin yang merupakan salah satu instansi pemerintah daerah, yang memiliki wewenang dan tanggung jawab yang besar dalam mengupayakan terciptanya iklim yang kondusif bagi pengembangan agribisnis perkebunan, ternyata sampai saat ini belum mampu menyediakan informasi yang handal tentang berbagai aspek yang berkaitan dengan pengembangan agribisnis komoditas perkebunan dalam waktu yang cepat, tepat dan akurat. Hal ini disebabkan karena sebagian besar pengolahan data dan penyajian informasinya masih dilakukan secara manual. Oleh karena itu, salah satu upaya untuk memecahkan permasalahan dalam penyediaan berbagai informasi mengenai pengembangan agribisnis komoditas perkebunan terutama komoditas karet, sudah saatnya untuk membangun suatu sistem informasi yang mampu menyediakan berbagai informasi tentang berbagai hal berkaitan dengan pengembangan agribisnis komoditas karet. Penelitian ini bertujuan untuk (1) melakukan investigasi terhadap sistem informasi agribisnis komoditas karet yang ada saat ini, (2) melakukan analisis dan desain Sistem Informasi Karet berdasarkan kebutuhan yang ada, dan (3) mengembangkan prototipe Sistem Informasi Karet (SIKARET). Pembuatan rancang bangun SIKARET dilakukan dengan pendekatan siklus hidup pengembangan sistem (System Development Life Cycle = SDLC), dengan tahap-tahap kegiatan yang dilakukan meliputi investigasi sistem, analisis kebutuhan sistem dan rancang bangun sistem informasi. Investigasi sistem dilakukan pada Dinas Perkebunan Kabupaten Musi Banyuasin, karena berdasarkan tugas pokok dan fungsinya merupakan institusi pemerintah yang memiliki wewenang serta tanggung jawab yang besar terhadap kebijakan pengembangan komoditas perkebunan secara keseluruhan di Kabupaten Musi Banyuasin. Investigasi sistem meliputi aspek organisasional (manajerial) yang berkaitan dengan fungsi dan komponen dalam struktur organisasi serta dukungan SIKARET terhadap rencana strategis organisasi, aspek teknis yang berkaitan dengan ketersediaan perangkat keras dan perangkat lunak terutama difokuskan kepada kapabilitas, keandalannya, dan aspek operasional yang berkaitan dengan ketersediaan sumber daya manusia yang mampu mendukung operasi sistem, termasuk dukungan manajemen terhadap rencana operasionalisasi sistem informasi. Sedangkan kajian terhadap aspek kelayakan ekonomis tidak dilakukan karena membutuhkan kajian lebih mendalam. Hasil investigasi menunjukkan bahwa sampai saat ini di Kabupaten Musi Banyuasin belum memiliki sistem informasi bagi pengembangan agribisnis komoditas perkebunan termasuk komoditas karet yang memanfaatkan atau berbasis teknologi informasi serta terintegrasi dengan baik dalam suatu lembaga yang mampu menyediakan data dan informasi yang akurat sesuai dengan kebutuhan pengguna. Oleh karena itu, pembangunan sistem informasi untuk pengembangan agribisnis komoditas karet dirasakan sangat penting. Hal ini didasari oleh kendala yang dihadapi selama ini terutama kaitannya dengan belum tersedianya data dan informasi yang akurat serta tepat waktu dalam penyajiannya, selain itu juga karena tugas pokok dan fungsi Dinas Perkebunan yang pada dasarnya sebagai penyampai informasi (melalui penyuluhan dan pembinaan) di bidang perkebunan. Sehingga diharapkan dengan adanya SIKARET ini, kinerja Dinas Perkebunan dalam kaitannya dengan pelayanan informasi kepada masyarakat dan pelaku agribisnis perkebunan dapat lebih ditingkatkan. Analisis sistem meliputi identifikasi dan analisis kebutuhan informasi bagi para pengguna sistem, identifikasi kebutuhan data masukan (input), deskripsi kebutuhan informasi, dan logika model sistem informasi. Identifikasi dan analisis kebutuhan informasi dilakukan melalui teknik observasi, pengisian kuesioner dan wawancara baik dengan para pengguna maupun dengan para pakar karet, selain itu juga dilakukan penelitian dokumen-dokumen yang berkaitan dengan pengembangan agribisnis komoditas karet. Identifikasi kebutuhan informasi dilakukan kepada para pengguna sistem informasi karet, yang meliputi sektor pemerintah dan sektor swasta. Untuk sektor pemerintah meliputi instansi yang terkait dalam perencanaan, pengkoordinasian serta pelaksana operasional dalam pengembangan agribisnis komoditas karet di Kabupaten Musi Banyuasin, antara lain : Dinas Perkebunan, Direktorat Jenderal Bina Produksi Perkebunan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Koperasi, PPKM, Penanaman Modal dan Pengelolaan Pasar, Bappeda, BPS, Kantor Pengolahan Data Elektronik, serta Pusat Penelitian Karet Sembawa. Sedangkan pengguna dari sektor swasta meliputi para petani, Pedagang Perantara, Koperasi Unit Desa, investor atau pengusaha perkebunan yang bergerak dalam perkebunan karet (BUMN dan BUMN), para pengusaha industri pengolahan (processor/pabrik crumb rubber), dan Perbankan (Bank Sumsel dan Bank Rakyat Indonesia) serta Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) di Palembang. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan informasi yang telah dilakukan, maka beberapa informasi yang dibutuhkan dan sangat dibutuhkan oleh para pengguna dan dianggap memiliki tingkat kegunaan yang cukup tinggi dalam menunjang upaya pengembangan agribisnis komoditas karet di Kabupaten Musi Banyuasin, yaitu sebagai berikut : (1) Informasi aspek agronomi, meliputi informasi tentang syarat tumbuh tanaman karet, teknis budidaya karet, deskripsi klon karet unggul anjuran dan kriteria tentang kesesuaian lahan, (2) Informasi aspek perkebunan, meliputi informasi tentang daftar perusahaan perkebunan karet termasuk luas areal dan produksinya, informasi tentang luas areal dan produksi kebun karet rakyat per-kecamatan, potensi areal dan proyeksi luas areal dan produksi per-kecamatan di Kabupaten Musi Banyuasin, informasi tentang luas areal dan produksi karet rakyat, perkebunan besar negara, perkebunan besar swasta negara, perkebunan besar swasta asing per-propinsi seluruh Indonesia, (3) Informasi aspek kebijakan pemerintah, meliputi informasi tentang kebijakan pola pengembangan perkebunan (termasuk komoditas karet), kebijakan perizinan yang terdiri dari sub informasi tentang jenis-jenis perizinan dan prosedur perizinan usaha perkebunan, informasi tentang profil investasi di Kabupaten Musi Banyuasin, kebijakan pola kemitraan dan kebijakan tentang Standar Nasional Indonesia untuk Bahan Olah Karet (SNI Bokar), (4) Informasi aspek industri, meliputi informasi tentang pohon industri karet, daftar pabrik pengolahan karet di Provinsi Sumatera Selatan serta informasi tentang penggunaan berbagai jenis bahan baku karet untuk industri besar dan sedang dalam negeri, (5) Informasi aspek teknologi yang memuat informasi tentang Standarisasi Mutu Karet sesuai dengan Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia Nomor : 616/MPP/Kep/10/1999 tentang Pengawasan Mutu Secara Wajib SNI Crumb Rubber Standard Indonesia Rubber, (6) Informasi aspek Penelitian yang memuat informasi tentang hasil-hasil penelitian yang dilakukan oleh Balai Penelitian Karet Sembawa yang diantaranya mengenai benih, budidaya, pengolahan dan pemasaran, (7) Informasi aspek pemasaran, meliputi informasi tentang profil informasi pasar, volume dan nilai ekspor-impor komoditas karet, perkembangan harga bulanan pasar dalam negeri dan pasar dunia, serta informasi tentang perkembangan jumlah pedagang perantara karet di Kabupaten Musi Banyuasin, (8) Informasi aspek permodalan yang meliputi informasi tentang syarat dan prosedur pengajuan kredit dan skim kredit program, dan (9) Informasi dalam bentuk film (video clip) tentang pembangunan pertanian dan perkebunan di Kabupaten Musi Banyuasin. Selain itu, dari penelitian ini juga dihasilkan rancang bangun sistem yang meliputi konfigurasi sistem, rancangan dan struktur basis data, bentuk dan format keluaran (output), spesifikasi proses dam hierarki program komputer, spesifikasi perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) serta prototipe Sistem Informasi Karet (SIKARET). Prototipe komputer pada SIKARET yang dirancang meliputi empat menu utama yaitu menu File, menu Manajemen Data, menu Informasi dan menu Help. Menu File berfungsi untuk menambah user baru, merubah password dan keluar dari sistem. Sedangkan menu Manajemen Data berfungsi untuk melakukan updating berbagai jenis data yang terdapat dalam basis data SIKARET. Selain itu juga dilengkapi dengan fungsi untuk mengedit, menghapus dan mencari data sesuai dengan kebutuhan pengguna. Menu Informasi berfungsi untuk menampilkan berbagai informasi baik ke dalam layar monitor maupun ke printer (mesin pencetak) berbagai hasil olahan data yang telah dimasukkan ke dalam komputer. Berbagai keluaran informasi yang dapat disajikan dari prototipe program ini meliputi informasi agronomi (syarat tumbuh, teknis budidaya tanaman karet, deskripsi klon karet unggul anjuran dan kriteria kesesuaian lahan), informasi perkebunan (daftar perusahaan perkebunan karet, luas areal dan produksi perkebunan menurut status pengusahaan, potensi areal dan proyeksi luas areal dan produksi perkebunan karet rakyat), informasi kebijakan (pola pengembangan perkebunan, perizinan, profil investasi, pola kemitraan dan SNI Bokar), informasi industri (pohon industri karet, pabrik pengolahan karet, dan penggunaan bahan baku karet untuk industri), informasi teknologi (standarisasi mutu karet), informasi penelitian (hasil-hasil penelitian terbaru), informasi pemasaran (profil informasi pasar karet, volume dan nilai ekspor-impor menurut negara tujuan dan asal, perkembangan harga karet bulanan pasar dalam dan luar negeri, perkembangan jumlah pedagang perantara karet di Kabupaten Musi Banyuasin). Untuk dapat menghasilkan berbagai keluaran informasi tersebut, maka hasil rancang bangun SIKARET ini perlu ditindaklanjuti dengan implementasi sehingga sistem dapat beroperasi secara optimal. Beberapa kegiatan yang perlu dilakukan dalam implementasi SIKARET meliputi pengembangan perangkat keras dan perangkat lunak, pengujian sistem, pengumpulan data dan pembangunan basis data (database) dengan melakukan perekaman data yang sudah dikumpulkan, serta melatih sumber daya manusia untuk mengoperasikan dan menggunakan sistem. Dalam implementasi hasil rancang bangun SIKARET ini juga diperlukan adanya sistem dan prosedur yang mengatur berbagai kegiatan yang berkaitan dengan implementasi SIKARET seperti siapa yang bertugas untuk melakukan pengumpulan data, perekaman data (data entry), peremajaan data dan kapan harus dilakukan, sehingga data yang tersimpan dalam basis data SIKARET selalu merupakan data-data yang terbaru. |
| URI: | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/159655 |
| Appears in Collections: | MT - Business |
Files in This Item:
| File | Size | Format | |
|---|---|---|---|
| R242003TYWPA.pdf Restricted Access | 45.54 MB | Adobe PDF | View/Open |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.