Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/149767
Title: Pengaruh meode ekstraksi terhadap jumlah ekstrak dan aktivitas senyawa abtibakteri dari mikroalga chlorella sp.
Authors: Setyoningsih, Iriani
Suwandi, Ruddy
Handayani, Henny
Issue Date: 1999
Publisher: IPB University
Abstract: Mikroalga saat ini mendapat perhatian dari berbagai kalangan karena mampu memproduksi berbagai bahan kimia seperti protein, lipid, pigmen, serta berpotensi dalam menghasilkan asam-asam lemak tidak jenuh, asam-asam lemak essensial, antibiotik, vitamin, energi dan sebagai pakan ikan. Chlorella sp. merupakan salah satu spesies mikroalga yang memiliki banyak manfaat, telah diproduksi secara komersial dan digunakan sebagai makanan kesehatan (health food). Chlorella juga menghasilkan komponen bioaktif, diantaranya adalah senyawa antibakteri yang merupakan hasil metabolit sekunder. Senyawa antibakteri dari mikroalga Chlorella diperoleh dengan cara ekstraksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap, yaitu penelitian pendahuluan dan penelitian utama. Penelitian pendahuluan bertujuan untuk menentukan kurva pertumbuhan Chlorella pada medium PHM (Phosfat Hidrogen Magnesium) yang disimpan di ruang AC (suhu 18°C 20°C) serta menentukan umur panen. Penentuan kurva pertumbuhan dilakukan dengan cara menghitung jumlah sel setiap hari. Penghitungan jumlah sel dengan menggunakan hemasitometer sampai kultur mengalami fase kematian. Sedangkan penelitian utama bertujuan untuk mempelajari metode ekstraksi dengan waktu pengadukan yang berbeda-beda dan ekstraksi secara bertahap. Selain itu penelitian utama bertujuan untuk menguji aktivitas dari senyawa antibakteri Chlorella sp. terhadap pertumbuhan bakteri Pseudomonas sp. dan Staphylococcus aureus. Ekstraksi biomassa dari mikroalga Chlorella sp. dilakukan dengan pengadukan selama 6 jam, 12 jam dan 18 jam menggunakan modifikasi metode Quinn. Sedangkan pengujian aktivitas senyawa antibakteri dilakukan dengan menggunakan metode CDS (Calibrated Dichotomous Sensitivity) test. Dari penelitian.pendahuluan diperoleh hasil bahwa umur kultur Chlorella sp. mencapai 85 hari serta terdiri dari 5 fase pertumbuhan yaitu fase lag, fase log (1-18 hari), fase penurunan laju pertumbuhan (19-22 hari), fase stasioner (23-71 hari), serta fase kematian (72 hari). Umur panen ditentukan pada saat kultur berada pada fase tengah stasioner (47 hari). ...
URI: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/149767
Appears in Collections:UT - Aquaculture

Files in This Item:
File SizeFormat 
C99HHA.pdf
  Restricted Access
19.08 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.