Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/148762
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorMansjue, Avief-
dc.contributor.authorMahmud, Usman-
dc.date.accessioned2024-05-06T08:13:25Z-
dc.date.available2024-05-06T08:13:25Z-
dc.date.issued1982-
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/148762-
dc.description.abstractTanaman teh (Camellia sinensis) berasal dari daerah Cina, India, Burma dan Pegunungan Himalaya, kemudian di- sebar ke daerah lain. Perdagangan internasional bahan tersebut dimulai pada abad ke VI antara pedagang-pedagang bangsa Turki dengan pedagang bangsa Cina dan dalam waktu singkat, perdagangan teh meluas dengan cepat sekali. Sebagian besar negara-negara di Eropa yang pada waktu itu memiliki tanah-tanah jajahan di daerah tropis menaruh per- hatian yang besar untuk memperkebunkan teh di tanah jajah- annya masing-masing. Untuk pertama kalinya tanaman teh dari jenis Bohea dimasukkan ke Indonesia pada tahun 1700 oleh Belanda dari Jepang. Tujuannya ialah sebagai langkah pertama untuk memperkebunkan teh secara besar-besaran. Karena gagal tumbuh maka pada tahun 1826 untuk kedua kalinya tanaman tersebut dimasukkan dan berhasil tumbuh. Kemajuan pesat usaha budidaya teh baru terjadi sesudah tahun 1878 yaitu setelah dimasukkannya varietas Assamica dari India ke pu- lau Jawa.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcBudidaya dan Pengolahan Teh Hitam di Perkebunan Teh Malabar, PT Perkebunan XIII Bandungid
dc.titleBudidaya dan Pengolahan Teh Hitam di Perkebunan Teh Malabar, PT Perkebunan XIII Bandungid
dc.typeUndergraduate Thesisid
Appears in Collections:UT - Agronomy and Horticulture

Files in This Item:
File SizeFormat 
A82uma.pdf
  Restricted Access
26.34 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.