Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/146009
Title: Penyambungan tunas pucuk untuk menghasilkan bibit jeruk besar (citrus grandis L. Osbeck) kultivar nambangan bebas penyakit sistemik
Authors: Susanto, Slamet
Supriyanto, Arry
Surya, Joni
Issue Date: 1999
Publisher: IPB University
Abstract: Penelitian bertujuan mendapatkan semaian batang bawah dan model sambungan yang paling sesuai untuk mendukung keberhasilan teknik PTP pada jeruk besar kultivar 'Nambangan' dalam upaya mendapatkan bahan tanaman bebas penyakit sistemik. Penelitian dilaksanakan di laboratorium kultur jaringan IP2TP, Tlekung, Batu Malang, Jawa Timur pada bulan Oktober 1997 sampai bulan Februari 1998. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah jenis semaian batang bawah yang terdiri dari semaian batang bawah Japansche citroen (JC), Rough lemon (RL), jeruk manis valencia late orange (VLO) dan jeruk besar kultivar 'Nambangan' (NB). Sedangkan faktor kedua adalah model sambungan yang terdiri dari model sambungan jendela dan model sambungan segitiga. Tunas pucuk yang digunakan berasal dari jeruk besar kultivar Nambangan'. Peubah yang diamati selama percobaan adalah saat munculnya tunas, kecepatan pertumbuhan tunas, jumlah daun, kondisi daun, jumlah dan panjang akar serta persentase keberhasilan sambungan. Secara umum tingkat keberhasilan PTP pada jeruk besar kultivar Nambangan' rata-rata sebesar 12%. Semaian batang bawah JC paling sesuai untuk teknik PTP jeruk besar kultivar 'Nambangan' karena menghasilkan persentase keberhasilan tertinggi dibandingkan semaian batang bawah lainnya, yakni rata-rata sebesar 21,6%. Model sambungan yang paling sesuai adalah model sambungan segitiga dengan tingkat keberhasilan rata-rata sebesar 15,9%. Interaksi antara semaian batang bawah JC dan model sambungan segitiga memberikan hasil terbaik dengan tingkat keberhasilan sebesar 23,1 %. Secara umum tidak terjadi perbedaan pada saat munculnya tunas, kecepatan pertumbuhan tunas dan jumlah daun serta panjang dan jumlah akar antara semua semaian batang bawah dan model sambungan yang dicobakan. Rata-rata muncul tunas terjadi pada umur sambungan 2 minggu dan rata-rata panjang tunas sebesar 1,5 mm pada umur 8 minggu setelah sambung. Pada saat regrafting rata-rata jumlah akar 1 dan rata-rata panjang akar sebesar 3,65 cm, sedangkan rata-rata jumlah daun 2 dengan kondisi daun normal….
URI: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/146009
Appears in Collections:UT - Agronomy and Horticulture

Files in This Item:
File SizeFormat 
A99jsu.pdf
  Restricted Access
9.8 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.